KKB Papua

TNI Polri Gerebek Markas KKB Papua, Ditemukan Senjata Api Rakitan dan Bendera Bintang Kejora

Satu lagi markas KKB Papua digerebek prajurit TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz. Dalam penggerebekkan itu ditemukan 1 senpira.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
GEREBEK MARKAS KKB - Prajurit TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartens kembali melakukan penggerebekkan di salah satu markas KKB Papua di Kepulauan Yapen. Dalam penggerebekkan tersebut, diamankan senjata api rakitan juga bendera bintang kejora. 

POS-KUPANG.COM - Satu lagi markas KKB Papua digerebek prajurit TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz. Dalam penggerebekkan tersebut, ditemukan senjata api rakitan juga Bendera Bintang Kejora.

Penggerebakan dilakukan setelah tim gabungan mendapatkan pelbagai informasi mengenai lokasi yang diduga sebagai tempat persembunyian Kelompok Kriminal Bersenjata di Kepulauan Yapen, Papua.

Tempat persembunyian itu memang letaknya agak tersembunyi. Di tempat tersebut selalu ada aktivitas, hanya saja yang biasa datang ke tempat itu umumnya orang yang tidak dikenal.

Atas semua informasi tersebut, tim gabungan pun mulai bergerak. Dan, dalam hitungan yang tidak terlalu lama, markas KKB Papua tersebut berhasil diamankan.

Markas kelompok separatis teroris tersebut terletak di Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo, Kepulauan Yapen. Saat digerebek, tak satu orang pun ada di dalam rumah tersebut.

Pelaksana Harian atau Plh Waka Ops Damai Cartenz, Joko Sulistio, mengatakan, pengerebekan markas KKB di Kampung Ambaidiru tersebut merupakan salah satu bentuk penindakan dan penegakan hukum terhadap KKB Papua.

Dalam penggerebekan tersebut, lanjut Joko Sulistio, tim TNI-Polri menemukan beberapa barang bukti berupa senjata api hingga bendera bintang kejora.

Ada pun barang bukti yang diamankan dari tempat tersebut, yakni satu buah senjata api rakitan berbahan kayu menyerupai pistol, satu buah pistol korek api merek P, satu buah rompi warna loreng, bendera Bintang Kejora berukuran 25cm x 15cm, dan lainnya.

Saat ini, kata Joko Sulistio, barang-barang bukti tersebut telah disita dan diserahkan kepada penyidik Polres Kepulauan Yapen.

Joko Sulistio menegaskan, operasi penggerebekkan dilakukan lantaran KKB Papua melakukan tindakan kriminal dengan membakar alat berat excavator dan mengibarkan Bendera Bintang Kejora pada 29 Mei 2023 di Kampung Woda, Distrik Rainbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Disebutkan bahwa dalam penggerebekan aparat keamanan tak menemukan satu orang pun di dalam markas tersebut. Bahkan warga tak satu warga pun yang sedang berada di TKP.

Saat ini, katanya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kepulauan Yapen, senantiasa aman dan terkendali.

Baca juga: Pemimpin Suku di Sota Tolak KKB Papua, Kini Ajak Egianus Kogoya Sama-sama Bangun Daerah

Pasca penggerebekkan tersebut, aparat gabungan Satgas Ops Damai Cartenz dan Polres Kepulauan Yapen juga masih terus meningkatkan patroli.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya gangguan keamanan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata, hal mana berdampak buruk terhadap aktivitas masyarakat. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved