Berita Lembata
DPRD Lembata Minta Pemkab Turun Tangan Urus Desa Lamagute yang Krisis Listrik dan Air Bersih
Setiap hari, warga harus membeli air dari mobil tanki dan menggunakan generator desa untuk kebutuhan penerangan.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
LAPORAN REPORTER POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Anggota DPRD Kabupaten Lembata Alex Arakian meminta Pemerintah Kabupaten Lembata membantu pasokan listrik dan kebutuhan air bersih untuk warga Desa Lamagute di lokasi relokasi Tanah Putih.
Menurut Alex, masyarakat Desa Lamagute alami krisis air bersih dan minimnya pasokan listrik. Setiap hari, warga harus membeli air dari mobil tanki dan menggunakan generator desa untuk kebutuhan penerangan. Dua hal ini menjadi masalah serius bagi penduduk di desa itu.
Alex mengaku, Caritas Keuskupan Larantuka sudah berhasil mendirikan 125 unit rumah hunian tetap di lahan relokasi bagi warga Desa Lamagute. Oleh karena itu, tugas pemerintah membantu mengatasi kekurangan air bersih dan minimnya pasokan listrik ke desa tersebut.
Baca juga: Wisuda Akbar Raudathul Athfal Uyelewun Raya Di Lembata Meriah
Dua hal itu, menurut Alex, musti menjadi perhatian serius dari Pemkab Lembata dibawah kepemimpinan Penjabat Bupati Lembata Matheos Tan.
“Pemerintah harus bisa lihat kekurangan apa saja yang bisa dibantu,” kata Alex Arakian di DPRD Lembata, Senin 12 Juni 2023.
Politisi PKB Lembata ini juga berjanji memperjuangkan aspirasi ini di lembaga DPRD agara pembangunannya bisa terakomodir.
Penjabat Bupati Lembata Matheos Tan juga berjanji akan mengurus persoalan air bersih dan listrik.
Baca juga: Kades Bour Minta Dukungan Forum PRB Lembata untuk Kebijakan Kelola Sampah Berbasis Keluarga
“Nanti saya akan minta informasi dari kepala dinas PUPR. Saya juga akan meminta laporan berkaitan dengan apakah sudah usulkan listrik kepada PLN atau belum,” kata Matheos Tan, Jumat 2 Juni 2023 lalu.
Secara teknis, Matheos akan bersurat ke PLN untuk urusan penerangan dan meminta dinas atau lembaga teknis di daerah membantu mengatasi masalah air bersih.
Dirinya berjanji untuk mengatasi masalah air bersih dan penerangan di desa Lamagute ini.
“Tentu ini akan menjadi perhatian kami karena dengan kami membagi kasih yang sudah diberikan kepada gereja kepada semua yang kami dengar di sini. Kami juga bisa menjadi berkat,” jelas Matheos Tan. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.