Berita Nasional

Tahanan Kasus Pencurian di Polresta Banyumas Tewas Penuh Luka, Diduga Sempat Dianiaya 

Dugaan itu mencuat karena sekujur tubuh jasad tersangka pencurian sepeda motor ini dipenuhi dengan luka.

Editor: Ryan Nong
paumelia/Flickr
Iliustrasi - Tahanan kasus pencurian sepeda motor di Polresta Banyumas tewas penuh luka, diduga sempat dianiaya.  

POS-KUPANG.COM - Seorang tahanan Polresta Banyumas, Jawa Tengah, berinisial OK (26) tewas dengan kondisi tidak biasa.

Tahanan kasus pencurian sepeda motor itu tewas setelah dibawa ke rumah sakit. Ia diduga sempat dianiaya sesama tahanan di dalam sel sebelum akhirnya tewas.

Dugaan itu mencuat karena sekujur tubuh jasad tersangka pencurian sepeda motor ini dipenuhi dengan luka.

Pihak keluarga menyebut kematian tahanan berinisial OK penuh kejanggalan. Pasalnya, saat ditangkap polisi, OK  dalam keadaan sehat, namun pulang dalam kondisi tak bernyawa dengan luka di sekujur tubuh.

Baca juga: Kajari Jakarta Selatan: Tak Ada Perlakuan Istimewa untuk Johnny G Plate, Semua Tahanan Sama

"Penuh luka, ada lubang kehitaman di badan, betis, punggung, lutut kehitaman. Secara kasat mata bukan karena alkohol atau gagal ginjal, ini semua luka luar, lutut seperti diikat, baret, memar, tidak wajar," ujar kuasa hukum keluarga OK, Silvia Devi Soembarto.

Terhadap hal tersebut, Kapolresta Banyumas, Kombes Edy Suranta Sitepu mengatakan, polisi sedang mendalami penyebab luka-luka yang dialami korban.

"Terkait luka, sedang kami dalami. Termasuk juga terhadap tahanan yang ada, karena ada info terkait penganiayaan sesama tahanan," ungkap Edy dikutip dari Kompas.com, Senin (5/6/2023).

Edy mengatakan, saat ini polisi sedang mempelajari CCTV yang ada di sekitar sel tahanan. Perwira polisi dengan pangkat tiga melati itu  belum dapat memastikan penyebab kematian tersangka.

"Ini lagi pemeriksaan semua," kata Edy.

Baca juga: Buntut Tahanan Tewas di Sel, Kapolda NTT Copot Empat Polisi

Adapun pihak yang diperiksa yaitu beberapa otang sesama tahanan di sel polresta dan keluarga OK.

"Setelah peemriksaan komperhensif nanti akan kami sampaikan semua," ujar Edy.

Edy mengatakan, keluarga telah membuat laporan kepada polisi karena curiga mendapati luka-luka di tubuh OK.

"Terkait permintaan otopsi (dari keluarga tersangka OK) akan kami fasilitasi, akan kami rencanakan otopsi tersangka," kata Edy. (*)

 

Berita ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved