Berita Belu

Upaya Turunkan Stunting, Pemkab Belu Gelar Aksi Konvergensi Stunting

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari mulai 10-11 Mei 2023 di aula Susteran SSpS Atambua dan dibuka secara resmi oleh Sekda Belu

|
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Belu (BP4D) melaksanakan Aksi Konvergensi Stunting di Aula Susteran SSpS Atambua. Rabu, 10 Mei 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Dalam rangka upaya pencegahan dan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Belu, Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Belu (BP4D) melaksanakan aksi konvergensi stunting

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari mulai 10-11 Mei 2023 di aula Susteran SSpS Atambua dan dibuka secara resmi oleh Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, Rabu 10 Mei 2023.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Belu, drg. Maria Ansila Mutty, Kepala BP4D serta OPD terkait, para camat, kepala puskesmas dan para kepala desa/lurah.

Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin dalam kesempatan tersebut menyampaikan, untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, berkarakter dan kompetitif, maka Pemkab Belu terus melakukan akselerasi pembangunan dalam upaya menyelesaikan masalah di masyarakat dan salah satunya masalah stunting. 

Baca juga: ASN di Belu Wajib Bayar Pajak PBB-P2 Secara Online

Dikatakannya, dalam penanggulangan stunting harus dilakukan perencanaan dengan baik, karena perencanaan yang baik maka keberhasilan dapat mencapai 50 persen. 

"Target kita di tahun 2023 adalah mengurangi angka stunting sampai satu digit. Karena itu, analisa situasi yang dilakukan pada hari ini merupakan suatu langkah penting yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dan masyarakat," ujarnya. 

Ia juga menyampaikan, berdasarkan data E-PPGM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat) Kabupaten Belu, data stunting selama 4 tahun terakhir mengalami penurunan.

Dimana angka prevalensi stunting pada tahun 2020 sebesar 21,2 persen menurun menjadi 17,9 persen di tahun 2021 dan terus menurun pada tahun 2022 mencapai 13,7 persen. 

Baca juga: Partai Hanura Jadi Parpol Pertama Yang Daftar di KPU Belu

Dan berdasarkan pengukuran bulan timbang Februari 2023 prevalensi stunting berada pada angka 11,9 persen. 

Namun, kata dia, penurunan angka prevalensi stunting ini belum mencapai target yang ditetapkan Propinsi NTT yaitu sebesar 10 persen atau level 1 digit pada tahun 2023. 

"Dengan kondisi ini maka diharapkan kepada semua sektor terkait tetap melaksanakan intervensi pencegahan stunting sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga prevalensi stunting yang saat ini sebesar 11,9 persen dapat menurun menjadi 10 persen pada tahun 2023," tuturnya. 

Ia juga menyampaikan bahwa dalam kaitan dengan intervensi penurunan stunting maka perlu dilakukan 8 (delapan) aksi konvergensi stunting antara lain yaitu:  Analisa situasi stunting, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan bupati tentang peran desa.

Selain itu, pembinaan kpm (kader pembangunan manusia), sistem manajemen data stunting, pengukuran dan publikasi data stunting dan review kinerja tahunan. (Cr23)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved