Berita Malaka

Bupati Malaka Launching Gerakan PMT Bagi Balita di Desa Umatoos 

pemberian makanan tambahan ini menjadi kunci utama cegah terjadinya stunting. Anak atau bayi sehat dan bergizi

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA
BALITA - Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak menyaksikan Maria Deviyanti Luruk, anak di bawah umur (Balita) ditimbang pakai timbangan digital. Gambar diambil pada Minggu 7 Mei 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH., MH launching gerekan pengukuran, penimbangan dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada bayi di bawah umur lima tahun (Balita) di Desa Umatoos Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Minggu 7 Mei 2023. 

Alumni Doktor Hukum Universitas Brawijaya Malang ini berpesan, stunting adalah masalah nasional dan oleh karenanya harus diselesaikan secara bersama. 

"Gerekan pengukuran, penimbangan dan pemberian makanan tambahan atau PMT ini bertujuan untuk mencegah terjadinya stunting," ucapnya. 

Dikatakannya, kalau anak-anak semua bergizi baik maka masa depan Desa Umatoos akan menjadi baik. Sebab suatu wilayah itu dikatakan maju dilihat dari sumber daya manusia yang unggul. 

Baca juga: Pelajar Malaka Tewas Ditembak, Keluarga KAN Harap Pelaku Penembak Dihukum Berat

"Untuk itu kegiatan pemberian makanan tambahan ini menjadi kunci untuk cegah terjadinya stunting, dan setelah bebas dari stunting kita bisa memastikan sumber daya manusianya ikut bergizi dan produktif," paparnya. 

Menurutnya, stunting ini juga tidak bisa kita melihat pada bentuk fisik anak-anak saja tapi pada perkembangan otak  anak-anak pula. Kalau seorang anak dikatakan stunting maka dengan sendirinya anak atau bayi tersebut tidak bergizi. 

"Sehingga sekali lagi pemberian makanan tambahan ini menjadi kunci utama cegah terjadinya stunting. Anak atau bayi sehat dan bergizi tentunya negara menjadi kuat," jelasnya.

Bupati SN mengatakan, semua stakeholder baik dari desa kecamatan tim penggerak PKK tenaga medis dan dinas - dinas terkait lainnya harus kolaborasi atau kerja sama untuk cegah terjadinya stunting ini. 

"Sebagai contoh yakni kegiatan hari ini adalah kegiatan kerja sama antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Malaka dan Desa Umatoos. Maka ini suatu terobosan yang bagus dan harus dilakukan setiap desa untuk cegah terjadinya stunting di wilayahnya masing-masing," terangnya. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Ketua Bawaslu Malaka Mengundurkan Diri

Kepala Desa Umatoos Sergius Klau menyampaikan, dengan dilaunchingnya gerakan pemberian makanan tambahan atau PMT ini maka sebanyak 42 anak di bawah umur lima tahun (Balita) selama 60 hari menerima PMT di Kantor Desa. 

"Ini anggaran 30 persen dari Dana Desa khusus untuk mencegah terjadinya stunting di Desa Umatoos. Ini tentunya untuk mendukung program pemerintah daerah," katanya di hadapan Bupati Malaka bersama beberapa pimpinan OPD. 

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka Rofinus Seran Bria mengatakan, stunting terjadi karena pemberian makanannya tidak teratur sehingga menimbulkan anak stunting.

"Kita sudah melakukan koordinasi dengan Badan Pangan Nasional untuk mendapatkan bantuan berupa beras ratusan ton sertan daging dan telur supaya dibagikan kepada masyarakat. Bantuan ini akan turun dalam waktu dekat dan setelah turun kita akan menginformasikan,"tandasnya. 

Dikatakan, semangat kita adalah sama-sama mengehentikan kasus stunting di wilayah Kabupaten Malaka ini.

"Sehingga sekuat tenaga kita kerja membantu Bapak Bupati SN," tandasnya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved