Breaking News

KKB Papua

KKB Papua Terapkan Pola Teroris, Sebar Berita Bohong Klaim Bunuh 16 Prajurit Kopassus

KKB Papua tak henti-hentinya menebar berita bohong. Mereka menyebutkan telah membunuh 16 prajurut Kopassus yang diterjunkan Panglima TNI, Yudo Margono

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
BERITA BOHONG - KKB Papua kini menerapkan pola yang biasa dilakukan para teroris. Pola yang diberlakukannya adalah menebar berita bohong kepada publik. Masyarakat diharapkan tak termakan kabar hoax tersebut. 

POS-KUPANG.COM - Hingga kini KKB Papua tak henti-hentinya menebar berita bohong. Bahkan disebutkan bahwa Kelompok Separatis Teroris itu telah membunuh 16 prajurut Kopassus yang diterjunkan Panglima TNI ke Papua.

Atas sikap KKB Papua itu, Kapuspen TNI Laksda TNI Laksmana Pertama TNI Julius Widjojono angkat bicara.

Melalui pres rilisnya Kamis 45 Mei 2023, dia mengatakan bahwa apa yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata itu merupakan pola yang biasa diterapkan teroris.

Kelompok anarkis tersebut, kata Julius Widjojono, tak akan pernah menghentikan tindakannya dalam menebar berita bohong kepada publik.

Untuk itu, katanya, semua komponen masyarakat hendaknya tak terjebak dalam apa yang dilakukan KKB Papua.

"Kita ketahui bersama, KKB sering menyebar informasi hoaks. Kali ini kembali menyebar foto-foto senjata, amunisi serta seseorang yang menjadi korban KKB yang diklaim hasil penyerangan terhadap Prajurit TNI," ujarnya.

KKB mengklaim bahwa korban tewas itu merupakan tindakannya melawan pemerintah. "KKB klaim korban merupakan aksi penyerangan Prajurit TNI AD Satgas Yonif R 321/GT di Mugi-Mam Kab. Nduga 15 April 2023 beberapa waktu lalu," katanya.

Dia juga menyebutkan, bahwa dari informasi yang disebar kali ini, KKB mengklaim jumlah Prajurit TNI dari Kopassus yang meninggal 16 orang.

"Namun sesuai data kami yang meninggal 5 orang dari Satgas Yonif R 321/DY. Dari sisi ini saja sudah hoaks," tandasnya.

Untuk itu, katanya, agar mencegah kesimpangsiuran informasi dibutuhkan identifikasi terlebih dahulu sehingga informasi diperoleh dipastikan benar.

Demi maksud itu pula, kata Julius Widjojono, maka penegakan hukum oleh Tim Gabungan TNI Polri menjadi hal utama yang harus terus dilakukan dari waktu ke waktu.

“Kami berharap semua pihak tidak mempercayai narasi pemberitaan yang disampaikan gerombolan KKB dan simpatisannya. Apa yang dilakukan merupakan pola yang biasanya dilancarkan teroris,” ujarnya.

Untuk diketahui, ketika melancarkan aksinya menyerang prajurit TNI di Distrik Mugi-Mam Papua, lima prajurit TNI ditemukan telah meninggal dunia.

Prajurit TNI yang pertama kali ditemukan adalah Pratu Miftahul Arifin. Sementara yang terakhir ditemukan adalah Pratu F.

Pratu F ditemukan di dasar jurang setelah ia memilih untuk melompat guna menghindari serangan KKB Papua yang datang secara membabibuta.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved