Pilpres 2024

Koalisi Besar Sulit Dibentuk, Faktor Ego Elektoral Jadi Pemicu, Begini Kata Yayan Hidayat

Dengan diumumkannya nama Ganjar Pranowo sebagai calon presiden yang akan diusung PDIP, maka jagat politik Indonesia kini semakin dinamis.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
EGO ELEKTORAL – Gegara ego electoral, koalisi besar yang diwacanakan belakangan ini kemungkinan sulit terbentuk. Oleh karena itu, Pilpres 2024 nanti kemungkinan tetap akan diikuti tiga pasangan calon. 

Kedua, Prabowo dan cawapres pilihannya yang didukung oleh KKIR.

Pasangan capres dan cawapres terakhir adalah Ganjar Pranowo beserta pasangannya yang disokong PDIP.

Apabila Pilpres 2024 mendatang benar-benar menghadirkan tiga paslon, maka kontestasi akan berlangsung dua putaran.

Pemilihan harus dilakukan dua putaran alias coblos ulang, jika tidak ada satu pun pasangan yang mendapatkan suara di atas 50 persen di putaran pertama.

Pada putaran kedua ini nanti hanya akan diikuti oleh dua paslon dengan perolehan suar terbanyak.

Baca juga: Partai Ummat Tak Punya Pilihan Lain di Pilpres 2024 Selain Anies Baswedan, Begini Kata Benny Suharto

Jika pada putaran pertama, Ganjar dan Prabowo yang lolos, maka kemungkinan besar suara pendukung Anies Baswedan mayoritas memilih Prabowo.

Mengingat hubungan Prabowo dan Anies Baswedan yang cukup baik.

Jika demikian, bisa saja pada Pilpres 2024, PDIP sebagai pemenang Pemilu legislatif kecele, karena tak mendapatkan apa-apa. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved