Timor Leste
Pemilu Timor Leste, CNRT Berpeluang Menang, Xanana Bakal Kembali ke Kursi Perdana Menteri
Timor Leste akan menyelenggarakan Pemilu Parlemen pada 21 Mei 2023. Ada 17 partai politik yang bakal bersaing merebut suara mayoritas.
POS-KUPANG.COM - Timor Leste akan menyelenggarakan Pemilu Parlemen pada 21 Mei 2023. Ada 17 partai politik yang bakal bersaing merebut suara mayoritas.
Namun, menurut survei sebuah lembaga riset di Dili yang bekerja sama dengan Litbang Kompas, CNRT berpeluang besar meraih suara mayoritas mengalahkan saingan lamanya Fretilin.
Dengan peluang seperti ini, Xanana Gusmao yang saat ini ketua CNRT berpeluang kembali menduduki kursi perdana menteri Timor Leste.

Timor Leste akan menggelar pemilihan umum (pemilu) parlemen pada 21 Mei 2023. Pemungutan suara rakyat ini akan menjadi pemilu parlemen kelima sejak kemerdekaan Timor Leste pada 2002. Empat pemilu sebelumnya dilakukan pada 2007, 2012, 2017, dan 2018.
Merunut sejarah pemilu parlemen yang pernah dilakukan, dua partai politik, yaitu Fretilin dan CNRT, saling bersaing memenangi pemilu. CNRT merupakan partai yang dipimpin oleh mantan Presiden Xanana Gusmao. Sementara Fretilin merupakan partai yang mendukung mantan presiden Francisco ”Lu-Olo” Guterres.
Baca juga: Timor Leste Menyongsong Pemilu Parlemen: Unjuk Rasa, Bendera Parpol dan Konvoi Motor Semarakkan Dili
Selisih perolehan kursi parlemen yang diraih kedua partai ini relatif tipis. Pada pemilu 2007 Fretilin memenangi pemilu dan mendapatkan 21 kursi parlemen. Sementara CNRT menempati posisi kedua dengan 18 kursi.
Pada pemilu 2012 giliran CNRT yang memenangi pemilihan legislatif dan mendapat 30 kursi parlemen. Fretilin di urutan kedua dengan 25 kursi.
Namun, di dua pemilu terakhir, Fretilin berhasil mengambil alih kemenangan. Pada pemilu 2018 Fretilin mendapat 23 kursi parlemen, unggul tipis atas CNRT yang memperoleh 21 kursi.

Total kursi parlemen di Timor Leste adalah 65 kursi. Untuk menjadi mayoritas di parlemen, sebuah partai atau koalisi partai perlu mendapatkan minimal 33 kursi.
Menjadi mayoritas ini penting karena nantinya partai ini mempunyai hak untuk mengangkat atau menunjuk seorang perdana menteri.
Meski Fretilin unggul di pemilu 2018, CNRT yang berhasil membangun koalisi AMP (Alliance for Change and Progress) berhasil menguasai kursi parlemen dengan 34 kursi.
Koalisi AMP merupakan gabungan kerja sama parpol antara CNRT dan PLP (People’s Liberation Party) dan KHUNTO (Kmanek Haburas Unidade Nasional Timor Oan).
Persaingan kedua partai besar ini berpotensi terulang kembali di pemilu 2023. Sejauh mana peluang partai CNRT dan Fretilin saat ini?
Baca juga: Uskup Timor Leste Desak Perdamaian dan Stabilitas Menjelang Pemilu Parlemen Bulan Mei
Dalam upaya mengetahui persepsi masyarakat dan memperkirakan hasil pemilu parlemen nanti, Matadalan Survey and Research Institute (M-SRI), sebuah lembaga riset di Dili, Timor Leste, melakukan survei pra-pemilu.
Dalam penyelenggaraannya, M-SRI mendapat pendampingan dari Litbang Kompas untuk memastikan ketelitian akurasi dari hasil survei. Penyelenggaraan survei terkait pemilu ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh lembaga riset di Timor Leste.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.