Semana Santa Larantuka
Disperindag Flores Timur Angkat Bicara Soal Perputaran Uang Semana Santa Rp 15 Miliar
Ia menilai devosi sakral di kota berjuluk Reinha Rosari berjalan sukses dan memberikan keberdayaan ekonomi berkat dukungan semua pihak.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Klaim Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur soal perputaran uang Rp 15 miliar selama pergelaran Semana Santa Larantuka tahun 2023 menimbulkan tanda tanya publik lantaran dinilai tidak mengantongi data valid.
Perputaran uang senilai belasan miliar itu diucapkan Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi usai mendapat perhitungan sementara dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Flores Timur.
Ia menilai devosi sakral di kota berjuluk Reinha Rosari berjalan sukses dan memberikan keberdayaan ekonomi berkat dukungan semua pihak.
Baca juga: Pemkab Flores Timur Klaim Transaksi Saat Prosesi Semana Santa Capai Rp 15 Miliar
"Sangat memberikan roda keberdayaan ekonomi bagi masyarakat dan daerah Flores Timur. Hitungan sementara dalam sepekan, putaran rupiah Rp 15 miliar lebih," kata Doris, Senin 10 April 2023.
Namun, beberapa kalangan justru menilai nominal Rp 15 miliar terlalu fantastis dan terkesan 'menang bunyi'. Mereka meminta data valid dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Flores Timur agar klaim tersebut betul-betul fakta.
Menanggapi sorotan publik, Kepala Dinas Perdagangan Flores Timur, Siprianus Sina Ritan mengatakan bahwa angka tersebut sesuai dengan data perhitungan meliputi beberapa item.
Baca juga: Semana Santa, Cahaya Emas di Kota Kerajaan Katolik Tertua se-Nusantara
"Dari item konsumsi, perhitungan belanja konsumsinya 25.200 peziarah dikalikan dengan tiga kali makan dengan harga satu kali makan Rp 35 ribu dikali empat hari tinggal maka totalnya Rp 10.584.000.000," kata Siprianus, Rabu 12 April 2023.
Selanjutnya, perhitungan jumlah penginapan sebanyak 908 kamar dengan harga rata-rata Rp 400 ribu per kamar dikali empat hari menginap, totalnya Rp 3.210.000.000.
"Jumlah ini sudah termasuk home stay yang harganya Rp 150 ribu per hari dan per orang. Total home stay dan hotel Rp 3.210.000.000," paparnya.
Selain itu, perhitungan item transportasi laut rute Larantuka-Wureh yang jumlahnya mencapai tujuh ribu peziarah. Perputaran uang bersumber daru animo peziarah yang berkunjung ke Patung Tuan Berdiri menyentuh Rp 333.800.000.
Kemudian belanja bahan bakar minyak (BBM) selama pekan Semana Santa di tiga SPBU dalam Kota Larantuka, penjualannya mencapai Rp 1.345.859.500.
"Itu total yang kami dapatkan dari semua jenis BBM. Empat komponen perhitungan totalnya Rp 15. 473. 659.300," katanya.
Siprianus menjelaskan, empat komponen yang dipaparkan merupakan perhitungan belanja, sementara rincian pembelanjaan lebih detail akan dibuat dalam bentuk laporan.
"Nanti kami akan buat satu bentuk laporan. Perhitungannya bisa bertambah karena masih ada belanja snack-snack dan lilin. Belanja lilin ini juga besar," tutupnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.