Berita NTT

Dokumen Usulan Frans Seda Jadi Pahlawan Nasional Diserahkan ke Kemensos RI

Dinas Sosial (Dinsos) provinsi NTT menyerahkan dokumen usulan nama Frans Seda sebagai pahlawan nasional telah sampai ke Kementerian Sosial (Kemensos)

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
PENYERAHAN - Tim daerah dan Panitia Pengusul Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional Fransiskus Xaverius Seda saat akan menyerahkan dokumen di Kemensos RI. 

"Saya harus mengatakan pasti jadi karena hasil koordinasi kita dengan teman-teman Jakarta disampaikan bahwa administrasi ini yang ditunggu," ungkap dia.

Pemerintah Provinsi NTT, publik dan media juga sangat mendukung ini. Untuk itu Yos berharap publik dalam mendukung nama Frans Seda teruntuk karena jasanya terhadap negara dan daerah.

Nama Frans Seda sendiri pernah diusulkan pada 2012 lalu namun belum mendapatkan persetujuan karena beberapa kendala. Selain naskah akademis, terjadi kendala karena adanya beberapa piagam  penghargaan milik Frans Seda yang belum bisa dipastikan secara hukum.

"Kita sudah siapkan dengan baik kali ini sehingga tim bisa mempertanggungjawabkannya," lanjut Yos.

Baca juga: DPRD NTT Minta Pemprov Lengkapi Syarat Calon Pahlawan Nasional Frans Seda

Nama lengkap mantan Menteri Keuangan  (Menkeu) ini adalah Franciscus Xaverius Seda. Ia tercatat sebagai seorang yang mampu menjinakkan hiperinflasi saat dua tahun menjabat yaitu pada 1966-1968 di masa orde baru.

Ia diangkat oleh Presiden Soeharto pada 28 Juli 1966 sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Ampera I.

Semasa jabatannya itu tokoh yang lahir di Maumere pada 4 Oktober 1926 ini menekan gejolak inflasi yang fenomenal itu secara drastis yaitu dari 650 persen menjadi 112 persen. Angka ini yang nantinya turun lagi ke 9 persen.

Frans Seda juga yang mendorong terbentuknya Bank Pembangunan Daerah atau BPD di seluruh provinsi di Indonesia.

Baca juga: Nama Frans Seda dan Raja A H Koroh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Menkeu Sri Mulyani dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo juga dalam beberapa kesempatan mengaku kagum dengan Frans Seda. Sri Mulyani menilai Frans Seda sebagai generasi pertama teknokrat Indonesia.

Yos juga menyebut saat Frans menjabat sebagai Menteri Perhubungan pun memprakarsai adanya jalur perintis atau yang sekarang disebut Tol Laut. Tujuannya untuk membuka daerah yang terisolir dari daerah lainnya.

"Frans Seda itu seorang yang visioner atau orang yang mampu berpikir dampak panjang bukan saja pada generasi ini tapi generasi yang akan datang. Itu luar biasa," terang Yos. (fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved