Berita Alor

Tolak Undangan BPBD Alor, Kemilau dan Warga Waisika akan Adakan Demo Jilid III

Kemilau bersama warga Waisika menyatakan akan melakukan aksi jilid III sebagai bentuk protes kepada BPBD Kabupaten Alor.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ELSE NAGO
DISKUSI - Kemilau dan BPBD berdiskusi agar aktivis diizinkan masuk mendengar hasil dan tindak lanjut investigasi di Kantor BPBD, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago

POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Kerukunan Mahasiswa Alor Timur Laut (Kemilau) serta warga Desa Waisika penerima bantuan seroja menolak masuk ke kantor BPBD Kabupaten Alor, untuk mendengarkan hasil investigasi bantuan seroja beberapa waktu lalu di Desa Waisika.

Kepada Pos Kupang, Senin 27 Maret 2023, Stinky Laure selaku aktivis yang mewakili Kemilau menyampaikan kekecewaannya kepada BPBD Kabupaten Alor.

"Surat yang dikeluarkan BPBD Kabupaten Alor bahwa masyarakat Desa Waisika yg mendapat bantuan perumahan hasil investigasi dari Pemda bahwa 12 orang. Jadi yang diundang hanya 12 orang, padahal pada demo jilid I sudah kami sampaikan bahwa ada 70 rumah yang menerima bantuan seroja, sesuai dengan kategorinya masing-masing," ujarnya.

Baca juga: Gelorakan HBP Ke-59, Lapas Kalabahi Alor Gandeng PMI Cabang Alor Adakan Aksi Donor Darah

Lebih lanjut Stinky menuturkan kejanggalan bahwasanya BPBD menolak aktivis Kemilau untuk masuk ke ruang pertemuan bersama 12 warga tersebut.

"Menjadi kejanggalan bagi kami, bahwa aktivis tidak diizinkan terlibat sedangkan yang mengangkat masalah ini adalah aktivis Kemilau. Kami tidak mau menciptakan konflik sosial. Kami menolak hadir dalam undangan rapat karena tidak sesuai dengan yang ada di lapangan," ucapnya.

Kemilau bersama warga Waisika menyatakan akan melakukan aksi jilid III sebagai bentuk protes kepada BPBD Kabupaten Alor.

"Kami akan lakukan aksi jilid III sebagai bentuk protes kami pada BPBD Kabupaten Alor. Kenapa hanya 12 KK yang dipanggil sementara seharusnya 70 KK. kami datang berdasarkan aturan dan undangan. Kami meminta BPBD Pusat tolong mengawasi 54 Miliar bantuan seroja," imbuhnya.

Sementara itu Asisten II Sekda Alor, Dominggus Asadama selaku Pemimpin Rapat dalam undangan tersebut menyampaikan bahwa, undangan telah sesuai dengan hasil investigasi di lapangan. Sedangkan bantuan seroja masih dalam tahap pengerjaan. 

"Setelah peninjauan lapangan sesuai dengan demo yang sudah teman-teman mahasiswa lakukan, kami tindaklanjuti ke lapangan untuk 12 orang yang datanya sudah dilaporkan kepada kami," katanya.

Baca juga: Lapas Kalabahi Alor Kukuhkan Gerakan Pramuka Gugus Depan

Dominggus juga menegaskan bahwa hal ini tidak bisa hanya diselesaikan dengan diskusi dan berdebat karena perlu ada tindak lanjut yang nyata dari hasil yang didapat di lapangan.

"Kita tidak bisa hanya diksi harus ada langkah. Bukan hanya diskusi dan berdebat tidak ada guna. Hari ini 12 orang ini kita dudukan dengan kontraktor, konsultan, PPK, untuk membahas hasil investigasi. Untuk apa kita lakukan demo kalau tidak ada hasil nyata," terangnya.

Terkait aktivis yang tidak diizinkan masuk, Dominggus menuturkan bahwa mahasiswa sudah diberikan tempat pada demo beberapa waktu lalu.

"Kami undang 12 orang untuk ditindaklanjuti. Sedangkan mahasiswa tidak karena mereka sudah kami terima aspirasinya pada saat demo. Tetapi undangan kami tidak direspon dengan baik dan lebih mengikuti pikiran mahasiswa. Kami ucapkan terima kasih karena berkat aspirasi mahasiswa, membantu kami melihat kembali kekurangan pekerjaan kami," tuturnya.

Baca juga: Sembilan Narapidana di Alor Jalani Sisa Pidana di Rumah

Demikian Dominggus berharap akan adanya asas manfaat dari demo yang dilakukan, bukan hanya sekedar berdebat.

"Harapan saya, ada asas manfaat dari demo yang sudah dilakukan. Kita semua berharap hal ini dapat berjalan dengan baik," pungkasnya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved