Jumlah Perokok Anak Meningkat, Seto Mulyadi LPAI Gagas TC Warriors
Saat ini jumlah atau angka perokok anak mulai meningkat, karenanya Lembaga Perlindungan Anak Indonesia atau LPAI mulai menggagas Program TC Warrior.
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Menurut Veronika Ata, pada akhir tahun 2022, LPA NTT bekerja sama dengan LPAI melalui Program TC Warriors, melakukan peningkatan kapasitas 5 orang anak untuk melakukan kampanye perlindungan anak dari gempuran paparan iklan maupun sponsor rokok yang secara sistematis.
Baca juga: Ketua LPA Veronika Ata : Penerapan Perda Perlindungan Anak Belum Optimal
Mereka melakukan pengamatan di beberapa lokasi di Kota Kupang yang dipenuhi dengan iklan rokok, lalu membuat tulisan singkat lalu presentasikan.
Untuk meminimalisir perokok anak di NTT, demikian Veronika Ata, Pemprop NTT perlu membuat Perda Propinsi terkait Kawasan Tanpa Rokok. Hal ini penting demi pengaturan dan penertiban iklan Rokok yang tersebar di mana-mana.
"Kita perlu melindungi anak-anak kita dari paparan iklan rokok dan mencegah mereka agar tidak merokok," kata Veronika Ata.

Veronika Ata menambahkan, Kota Kupang sudah mempunyai Perda no. 8/ tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok.
Namun sejauhmana penerapan dan pengawasannya. Karena secara kasat mata kita masih melihat banyak iklan rokok di tempat bermain anak misalnya di seputaran Taman Nostalgia, dan juga hampir setiap sudut jalan.
Padahal Kota Kupang merupakan Kota menuju Kota Layak Anak.
"Kami juga mengharapkan agar ada regulasi pada level Propinsi agar lebih luas mengatur Kawasan Tanpa Rokok, melindungi anak dari bahaya tembakau dan segala bentuk produknya," kata Veronika Ata.
Lebih lanjut Veronika Ata mengatakan, orang tua dan pihak sekolah juga mesti berperan dalam upaya meminimalisir perokok anak.
Orang tua perlu kawal dan kontrol anak untuk tidak merokok, perlu informasikan pada anak tentang bahaya rokok.
Baca juga: Veronika Ata Apresiasi Capaian Kepemilikan Akta Kelahiran di Kabupaten Ende
"Orang tua tidak boleh menyuruh anak membeli rokok. Walaupun orang tua yang akan merokok namun ketika menyuruh anak membeli rokok, sebenarnya sedang memberikan contoh yang kurang elok untuk anak," gugah Veronika Ata.
Sementara di sekolah, saran Veronika Ata, secara berkala menginformasikan bahaya rokok kepada anak. Lebih tegas melarang anak agar tidak merokok dan guru-guru jangan merokok di hadapan anak.
"Guru harus memberi contoh yang baik. Kita perlu lebih banyak melakukan kampanye tentang bahaya rokok bagi kesehatan terutama untuk anak-anak. Mari Lindungi anak dari bahaya tembakau," kata Veronika Ata. (*/vel)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Soal Ujian Sekolah dan Kunci jawaban Bahasa Inggris Kelas 6 Halaman 169 Kurikulum Merdeka |
![]() |
---|
Soal Ujian Sekolah dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 37 , Perbandingan Informasi |
![]() |
---|
Cek Jadwal Tol Laut KM Sabuk Nusantara 102, 2 Semtember Gorontalo - Bitung |
![]() |
---|
Cek Jadwal Tol Laut KM Sabuk Nusantara 104 Mulai 1 September 2025, Tgl 3 Rute Kalabahi-Kupang PP |
![]() |
---|
Cek Jadwal Ferry ASDP Kupang Hari Ini, Senin 1 September 2025, KMP KMP Lakaan Kupang-Aimere-Waingapu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.