Jumlah Perokok Anak Meningkat, Seto Mulyadi LPAI Gagas TC Warriors

Saat ini jumlah atau angka perokok anak mulai meningkat, karenanya Lembaga Perlindungan Anak Indonesia atau LPAI mulai menggagas Program TC Warrior.

|
PK/HO LPAI
SETO MULYADI - Ketua Umum LPAI, Prof. Dr. H. Seto Mulyadi, S.Psi, dalam Focus Grup Discussion (FGD) secara during dan luring Sabtu (25/3) terkait  Peringaan Hari TBC Sedunia, dengan tema Gelar Wicara TC Warriors. 

Keempat, Perlu inisiasi kerjasama dengan melibatkan organisasi anak/kepemudaan secara aktif dan bermakna untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan dan edukasi berhenti merokok.

Kelima, Perlu mengembangkan kampanye peningkatan kesadaran tentang bahaya perokok usia dini dan strategi untuk menghindari keterpaparan IPSR termasuk edukasi pemberdayaan anak dan remaja untuk menolak jadi target industri rokok;

Keenam, Perlu adanya perlindungan khusus untuk anak dengan mendorong Kementerian Pendidikan untuk memasukan edukasi terkait bahaya rokok ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia;

Ketujuh, Mendorong Kementerian Kesehatan untuk membentuk dan melatih tenaga kesehatan, satgas pendidik sebaya dan menyiapkan sarana dan prasarana layanan berhenti merokok yang berpihak dan ramah pada anak.

Kedelapan, Perlu adanya kehadiran negara yang secara tegas melindungi anak dari bahaya tembakau dan segala bentuk produknya melalui revisi PP 109/2012.

Saat ini baru dua daerah di Indonesia yang telah mengupayakan TC Warrior di daerahnya. Dua daerah itu yakni Provinsi Bangka Belitung dan Kabupaten Majalengka di Provinsi Jawa Barat. Keduanya telah melakukan follow up ke pemerintah daerahnya masing-masing terkait permasalahan tersebut di atas.

Serta membangun kerja sama dengan pemerintah daerah guna melindungi anak dari ancaman rokok di daerah masing.

Untuk diketahui, LPAI adalah organisasi penggiat perlindungan anak yang kelembagaannya disahkan oleh Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI serta kepengurusannya diresmikan oleh Surat Keputusan Menteri Sosial RI.

LPAI sebagai lembaga independen yang aktif menjalankan kegiatan pemenuhan hak dan kepentingan terbaik anak sejak tahun 1997.

 

Ketua LPA NTT Veronika Ata : Peran Orangtua dan Guru

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTT, Veronika Ata, SH, MH mengatakan, kedepannya LPA NTT akan mengadvokasi dan kampanyekan tentang bahaya rokok dan melindungi anak dari paparan rokok maupun iklan-iklan rokok yang bertebaran di mana-mana.

Veronika Ata mengatakan, data yang disampaikan oleh Kak Titik- Sekretaris Umum LPAI terkait Prevalensi perokok anak terus naik setiap tahunnya. Pada tahun 2018 prevalensi perokok anak 10.70 persen.

"Jika tidak dikendalikan, akan meningkat hingga 16 persen di tahun 2030, menjadi tantangan besar bagi Anak Indonesia ermasuk anak NTT.

Karena itu, LPA NTT juga memberi perhatian terkait bahaya rokok bagi anak," kata Veronika Ata, dimintai tanggapannya tentang sikap LPA NTT terkait bahaya merokok  bagi anak, Senin (27/3) pagi.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved