Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 13 Maret 2023, Di Tempat Asal
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Di Tempat Asal.
Kisah nabi Elisa yang membantu Naaman panglima raja Aram menjadi tahir itu adalah sebuah kisah Allah mau menyatakan kepada umat pilihanNya bahwa Allah yang mereka sembah itu juga berkarya bagi semua orang yang dikehendakiNya bahkan di luar dari bangsa Israel sebagai umat pilihanNya.
Nabi Elia diutus kepada perempuan asing yang menolong dia saat musim lapar di seluruh negeri itu.
Dan hanya perempuan di Syarfat itu yang masih bertahan hidup.
Kisah tentang Allah yang mengambil bagian dalam seluruh karya penyelamatanNya itu selalu bersifat universal dan kepada orang yang dikehendakinya.
Dan dalam peristiwa di Nazareth itu, bangsaNya sendiri tempat Dia tinggal dan berasal itu lalu menjadi ajang boikot dari orang sekampungnya untuk melawan Yesus.
Kisah Yesus yang ditolak oleh orang-orang sekampung atau seasalNya ini lalu menjadi cerita lucu karena merasa aneh dengan orang-orang seasal ini.
Memang pada dasarnya mereka sudah mengenal Yesus bahkan kedua orangtuaNya dan sanak saudaraNya yang tentunya bersama-sama dengan mereka di kampung Nazareth ini.
Sehingga ketika membaca teks ini terasa lucu dan menyindir juga bahwa orang-orang seasalNya bisa menolak dia bahkan mau membunuh Dia.
Lalu kita coba bertanya, apa latar belakang sehingga orang seasalNya ini menolak Yesus. Apakah karena Yesus telah berbuat jahat atau membuat keributan? Tentu saja tidak.
Jadi masalahnya ada di mana sampai-sampai mereka hendak membunuh Yesus. Hal pokok yang menjadi alasan mereka menolak Yesus adalah orang-orang seasalNya itu dibanding-bandingkan seperti nenek moyangnya pada zaman Nabi Elia dan Elisa.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 12 Maret 2023, Air Sumber Hidup Abadi
Dan di sisi lainnya, Yesus dianggap seperti orang-orang biasa di kalangan merek,a tetapi menyebut diriNya setara seperti Nabi Elia dan Elisa yang sangat mereka hormati dan segani.
Hal ini terjadi karena mereka sendiri sama sekali tidak mengenal Yesus secara benar. Mereka mengenal Yesus hanya dalam konteks anak tukang kayu dan keluargaNya mereka sudah kenal dengan status ekonomi dan sosial mereka masih rendah.
Lalu bagaimana tiba-tiba mereka mendengar Dia berbicara mengecam mereka.
Begitulah kita manusia, gampang sekali untuk menghakimi orang lain dengan menggunakan tolok ukur manusiawi saja dan lupa bahwa tolok ukur yang dipakai manusia itu juga sangat terbatas.
Dan cara pandang kita juga sudah dipengaruhi oleh banyak faktor laiinya. Maka dasar utama mereka menolak Yesus adalah bahwa Yesus masih dianggap rendah dengan menggunakan ukuran mereka yakni ukuran manusiawi saja.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.