Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 12 Maret 2023, Makna Perjumpaan di Sumur Yakub

Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Makna Perjumpaan di Sumur Yakub.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Minggu 12 Maret 2023 dengan judul Makna Perjumpaan di Sumur Yakub. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Makna Perjumpaan di Sumur Yakub.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari Kitab Kejadian 17: 3-7, bacaan kedua Roma 5: 1-2.5-8, dan bacaan Injil Yohanes 4: 5-42, Minggu Prapaskah III.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 12 Maret 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Kisah Injil pada hari ini tentang perjumpaan Yesus dan perempuan Samaria di sumur Yakub.

Ada seorang perempuan datang ke sumur itu kira-kira pukul dua belas siang, untuk mengambil air. Yesus juga tampil di sumur itu setelah keletihan dan kelaparan karena perjalanan panjang serta sengatnya matahari siang bolong.

Terjadi percakapan antara keduanya.

Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Yesus, perempuan itu seolah lupa akan tujuan kedatangannya ke sumur untuk menimba air.

Dia menyadari keburukan hidupnya. Dia percaya Yesus adalah seorang nabi.

Yesus memberitahukan kepada perempuan itu bahwa Dia adalah Almasih, Penyelamat yang dinanti-nantikan.

Perempuan itu meninggalkan tempayan airnya, pergi ke kota memberitahukan kabar gembira yang dialaminya kepada orang banyak.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 12 Maret 2023, Air Sumber Hidup Abadi

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Perjumpaan Yesus dengan orang Samaria, memberi kepada kita beberapa pesan penting. Pertama, robohnya tembok penghalang.

Yesus datang untuk merobohkan tembok pemisah. Kondisi kultural pada kedua belah pihak yakni orang Yahudi dan Samaria, jenis kelamin dan ras, kedudukan kaum perempuan sebagai warga kelas dua merupakan penghalang yang cukup kuat yang harus dirobohkan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved