Breaking News

Berita Manggarai Barat

Awal Tahun 2023, Tiga Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo Manggarai Barat

diduga kapal tersebut terbakar karena percikan api yang berasal dari bagian belakang kapal, tepatnya di bagian dapur.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
KAPAL TERBAKAR - Kapal Motor Dunia Baru Komodo terbakar di perairan Labuan Bajo pada 16 Januari 2023 lalu.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Awal tahun 2023, tercatat sudah tiga kapal wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat mengalami kecelakaan.

Adapun rentetan kecelakaan kapal wisata yang berhasil dirangkum sepanjang tahun 2023 dan tahun-tahun sebelumnya.

 Kapal  KM King Fisher De Seraya yang mengalami mati mesin di perairan Labuan Bajo pada 1 Januari 2023. Kapal wisata tersebut membawa 7 orang WNA, 2 orang WNI, dan 2 orang kru kapal.

Semua orang di kapal tersebut berhasil diselamatkan. Kapal ini juga didapati berlayar tanpa ijin berlayar dari KSOP. 

Baca juga: Dituding Bersekongkol Dengan Mafia Tanah, Begini Jawaban BPN Manggarai Barat

Kapal wisata bernama KM Dunia Baru terbakar di perairan Labuan Bajo pada tanggal 16 Januari 2023. Kapal tersebut membawa 11 wisatawan yang berasal dari Indonesia, Australia, dan Belgia. Semua berhasil diselamatkan.

Berdasarkan keterangan dari pihak Kepolisian dan Syahbandar, diduga kapal tersebut terbakar karena percikan api yang berasal dari bagian belakang kapal, tepatnya di bagian dapur.

Terbaru, Kapal wisata bernama KLM Tiana Liveboat tenggelam di perairan Batu Tiga, Labuan Bajo pada tanggal 21 Januari 2023. Kapal tersebut diketahui membawa 14 wisatawan WNA maupun WNI.

Semua penumpang berhasil dievakuasi, namun terdapat wisatawan yang terluka berat. Saat dimanfaatkan kembali, kapal itu sebetulnya sedang menjadi barang bukti, dan menurut polisi, dipinjam pakai oleh pemiliknya untuk tujuan perawatan, bukan untuk beroperasi kembali.

Baca juga: Bupati Manggarai Barat Resmikan PLTS

Para korban kecelakaan kapal itu, termasuk beberapa orang asing, juga menuding agen travel membohongi mereka karena dalam paket wisata selama tiga hari dua malam di perairan TN Komodo yang ditawarkan kepada mereka, diinformasikan bahwa kapal yang digunakan adalah KM Nadia, bukan KLM Tiana Liveaboard.

Sejak 2021, selain Kapal KM Dunia Baru dan KML Tiana Liveboard, sudah ada sejumlah kapal lain yang mengalami kecelakaan di wilayah perairan TN Komodo, yakni Kapal Indo Komodo, Kapal KM Air Dua, Kapal KM Dua By Larea-Rea, Kapal KLM Lexxy, Kapal KLM Sea Savari VII, Kapal Lintas Batas 05, dan Kapal KLM Neomi Cruise.

Dari deretan kecelakaan tersebut, dua kejadian yang menelan korban jiwa. Selain kecelakaan pada KLM Tiana Liveboard, pada Mei 2022 seorang penumpang kapal KLM Neomi Cruise juga dinyatakan meninggal dunia setelah terjatuh dari atas kapal di wilayah Gili Lawa Darat.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia atau ASPPI NTT Emil Bei, mengatakan, peristiwa seperti ini tentunya mencoreng nama baik pariwisata Labuan Bajo yang perlahan bangkit dari keterpurukan akibat dilanda Covid-19.

Permasalahan seperti ini, kata dia, perlu intervensi dari pemerintah terkait untuk memastikan bahwa sumber daya pariwisata Labuan Bajo siap melayani wisatawan.

Baca juga: Kabupaten Manggarai Barat Raih Adipura Dari Kementrian LHK

"Ini demi menjaga nama baik pariwisata Labuan Bajo yang berkelanjutan dan memastikan keamanan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara ketika berwisata di Labuan Bajo," kata dia ditemui, Kamis 9 Maret 2023.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved