Berita Ende
STPM Santa Ursula dan Kelompok Sinar Laut Lakukan Konservasi Hutan Mangrove di Pantai Aepetu Ende
kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pengembangbiakan dan restorasi hutan mangrove dan penguatan kapasitas kelompok
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, ENDE - Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat atau STPM Santa Ursula Ende bersama dengan Kelompok Sinar Laut Desa Watukamba, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende melakukan aksi pengabdian kepada masyarakat melalui kegitan konservasi mangrove di pesisir Pantai Aepetu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.
Kegiatan tersebut didanai oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui program dana kesejahteraan dan ekonomi keberlanjutan masyarakat adat dan komunitas lokal (DANA TERA).
Kegiatan ini melibatkan beberapa stakeholder yakni Pemerintahan Kecamatan Maurole, Pemerintah Desa Watukamba, siswa/i Sekolah Dasar Inpres (SDI) Nanganio.
Baca juga: Hadiri Muswil ke III, Bupati Ende Sebut Selama Ini AMAN Selalu Berada Bersama Masyarakat Adat
Hadiri juga, Pemerintah Kecamatan diutus salah satu staf kecamatan, pemerintahan desa dihadiri oleh kepala urusan pembangunan Elias Baru, SDI Nanganio dihadiri oleh Kepala Sekolah Hernonimus Wea, 5 guru pembina dan 50 siswa/i kelas V dan VI.
Kelompok Sinar Laut 19 anggota, dan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat STPM Santa Ursula yang terdiri dari dua dosen Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si dan Sr. Yosefina Itu, S.Sos.,M.PA dan empat mahasiswa dari program studi Ilmu Sosiatri dan Ilmu Pemerintahan.
Pihak lain yang juga membantu kegiatan ini adalah satu aktivis lingkungan hidup, Raymundus Minggu dan kelompok Peduli Alam, dari Kecamatan Wolowae Kebupaten Nagekeo. Kegiatan ini terjadi sejak 20 Januari 2023 sampai dengan kegiatan puncak penanaman mangrove pada tanggal 25 Feberuari 2023
Kegiatan pengabdian bersama kelompok Sinar Laut didahului dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat, tanggal 20 Januari 2023 dengan tujuan untuk berdiskusi bersama kelompok mengenai permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat setempat juga sekaligus memperkenalkan bentuk-bentuk kegiatan yang ditawarkan dalam proposal yang disetujui oleh pihak pendana yakni BPDLH melalui program pengabdian kepada masyarakat Dana Tera.
Diskusi ini melibatkan 19 anggota kelompok dan hasil diskusi dituangkan dalam kontrak kerja bersama kelompok mengetahui Pemerintah Desa Watukamba.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Kapal Wilis Hingga 14 Maret 2023, Kalabahi- Batulicin PP Singgah Labuan Bajo Ende
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pengembangbiakan dan restorasi hutan mangrove dan penguatan kapasitas kelompok.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimaksudkan guna mendorong partisipasi masyarakat untuk mendukung usaha konservasi mangrove secara khusus dan turus menjaga Kawasan pesisir pada umumnya.
Kegiatan diawali dengan pelatihan pengembangbiakan dan restorasi hutan mangrove pada sabtu, 18 Februari 2023.
Model pelatihan yang dipakai adalah model presentasi materi dan pengenalan jenis bakau di pesisir pantai. Dalam pelatihan ini tema-tema yang diangkat lebih pada pengenalan ekosistem hutan mangrove dan pemanfaatannya.
Selanjutanya peserta dihantar pada pengenalan langsung beberapa jenis bakau di pesisir pantai serta praktek pembibitan dan cara menanam dan merawat bakau. Kegiatan ini didukung oleh Raymundus Minggu (aktivis Lingkungan) yang juga turut serta memberikan pelatihan.
Baca juga: Harga Beras Tinggi, Ini Permintaan Forum Peduli Sembako Saat Datangi Kantor DPRD Ende
Selanjutnya, pelatihan pengembangbiakan mangrove dilakukan untuk membekali kelompok dengan pengetahuan tentang mangrove dan ketrampilan dalam proses pengembangbiakan.
Dalam kegiatan ini, kelompok belajar bersama proses mulai dari pembibitan, perawatan, penanaman dan yang terakhir pengawasan.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilanjutkan dengan pelatihan penguatan kapasitas kelompok Sinar Laut pada Jumat, 24 februari 2023. Kegiatan penguatan kapasitas kelompok lebih kepada penguataan pemahaman akan mitigasi bencana.
Narasumber dalam penguatan kapasitas ini adalah Sr. Yosefina Itu, S.Sos.,M.Si. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah adanya sebuah draft struktur organisasi kelompok dan akan diperkuat lebih lanjut oleh kelompok.
Selain itu kelompok juga diajarkan bagaimana menangani bencana dengan pendekatan kearifan lokal (aksi langsung menanam pohon waru pada halaman rumah sepanjang pesisir pantai).
Pada sesi diskusi pelatihan ditemukan beberapa masalah lingkungan yang diangkat oleh anggota kelompok yang diakibatkan oleh abrasi pantai.
Rafael Madu mengatakan, dampak yang dirasakan masyarakat seperti pengikisan lahan pertanian, pengikisan jalan raya yang bersentuhan dengan bibir pantai, munculnya penyakit yang berhubungan dengan genangan air seperti demam berdara dan sebagainya.
Dalam beberapa tahun terakhir ini desa mereka sering dilanda banjir rob akibat pasang air laut yang kemudian menggenangi beberapa rumah warga.
Hal ini pernah terjadi pada tahun 2020 dimana air laut pada saat malam natal naik sampai di pemukiman warga.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si bahwa kegiatan ini bertolak dari kepedulian STPM pada masalah lingkungan yang ada di kabupaten Ende.
Lebih lanjut dikatakan bahwa bahwa saat ini masalah lingkungan adalah masalah global. Banyak cara telah dilakukan guna mengentas masalah lingkungan hidup.
"Dan kami adalah bagian dari sekian banyak orang tersebut yang ingin menyelesaikan masalah lingkungan tersebut melalui cara-cara yang kecil dan sederhana ini," ungkapnya.
Kegiatan pengabdian ini berpuncak pada penanaman 1.500 anakan bakau. Penyediaan anakan bakau didukung oleh kelompok peduli alam dalam kabupaten Nagekeo. Kegiatan penanaman mengambil tempat di Dusun Aepetu.
Penanaman di awali dengan penanaman bibit bakau secara simbolis dari beberapa pihak yaitu pihak pemerintah kecamatan Maurole, Desa Watukamba, siswa/i dan guru pembina SDI Nanganio, dan 19 anggota kelompok Sinar Laut.
Pelibatan beberapa pihak ini dimaksudkan agar mampu meningkatkan kepedulian bersama terhadap masalah lingkungan hidup di daerah ini dan memastikan adanya keberlanjutan kegiatan di masa depan.
Bersama dengan anggota kelompok, mengikutsertakan siswa/I sekolah Dasar merupakan salah satu bentuk dorongan partispasi langsung dengan praktek di lapangan.
Keterlibatan siswa/I SD dinilai lebih pada konteks mereka sebagai penggerak konservasi di masa yang akan datang, kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi untuk pelajar dan generasi muda tentang manfaat dan pentingnya menjaga lingkungan terlebih pada kelestarian mangrove untuk keberlangsungan alam.
Pihak BPDLH melalui STPM yang saat itu diwakili oleh ketua Tim Pengandian Masyarakat Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si mengucapkan terima kasih untuk dukungan semua pihak yang terlibat mulai dari terlebih kepada Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula, Sekolah Dasar Inpres Nanganio, masayarakat Watukamba dan pihak pemerintah baik pihak kecamatan dan desa, aktivis lingkungan hidup, pihak penyedia bibit.
"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat aktif dan bisa bahu membahu memperbaiki dan menjaga lingkungan hidup secara bersama-sama," ujarnya. (tom)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Berita Ende
STPM Santa Ursula Ende
Desa Watukamba
Kecamatan Maurole
Kabupaten Ende
mangrove
Pantai Aepetu
POS-KUPANG.COM
Pos Kupang Hari Ini
Imigrasi Gelar Pelayanan Eazy Passport bagi Calon Jemaah Haji/Umroh di Kabupaten Ende |
![]() |
---|
Menteri Sosial Tri Rismaharini Serahkan 25 Kapal untuk Nelayan Kabupaten Ende |
![]() |
---|
BPBD Ende Serahkan Bantuan Sembako kepada Warga Mautenda Barat yang Terkena Banjir |
![]() |
---|
Tim SAR Cari Ayah dan Anak yang Terseret Banjir di Kali Wolowona Ende |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.