Berita NTT

Merci Gunakan Cahaya Senter Hp Buka Workshop SPIP

Kakanwil Kemenkuham NTT, Merci Djone SH MH, terpaksa membuka kegiatan workshop SPIP dengan memanfaatkan cahaya senter dari Handphone

Editor: Oby Lewanmeru
POS- KUPANG. COM/ NOVEMY LEO
CAHAYA SENTER - Kakanwil Kemenkumham NTT Merci Jone membuka kegiatan workshop SPIP Kemenkuham NTT, di ruang Komodo Hotel Neo Aston Kupang dengan menggunakan cahaya senter dari handphone,Minggu 26 Februari 2023 sore. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kakanwil Kemenkumham NTT, Merci Djone SH MH, terpaksa membuka kegiatan workshop SPIP dengan memanfaatkan cahaya senter dari Handphone.

Hal ini terjadi lantaran saat hendak memberikan sambutan dan membuka workshop Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Penguatan Pembangunan Zona Integritas Tahun 2023 di lingkungan Kanwil Kemenkumham NTT,  di ruang Komodo Hotel Neo Aston Kupang, Minggu 26 Februari 2023 sore.

Pantauan POS-KUPANG.COM, sesaat setelah Kakanwil Merci dipersilahkan memberikan sambutan dan membuka kegiatan ini, tiba tiba lampu padam. Panitia langsung menghubungi pihak Neo Aston untuk bisa menyalakan lampu dengan menggunakan genset.

Baca juga: Ini Ajakan Marciana Jone kepada Jajaran Kanwil Hukum dan HAM NTT

Namun informasi menyebutkan bahwa genset rusak dan pihak hotel akan segera membeli aki yang baru.
Hal ini membuat Merci berang karena menilai sebenarnya hal ini tidak terjadi jika pihak hotel bisa mengantisipasi hal seperti ini.

Hingga pukul 16.50 Wita lampu tak juga menyala sehingga Merci memutuskan membuka kegiatan dalam keadaan gelap. Dan untuk membaca sambutannya, Merci membuka handphonenya dan menggunakan cahaya senter dari handphone tuk bisa membaca sambutannya.

Kegiatan workshop dibuka dalam kondisi ruangan gelap. Untuk bisa menerangi ruangan, panitia membuka pintu samping ruangan namun itu juga tak banyak membantu. 

Karena itu Merci membaca sambutan dengan cahaya senter yang berasal dari handphonenya. Merci memegang HP dan mengarahkan senter Hp di kertas sambutannya.

Dalam sambutannya, Merci menyinggung soal padamnya lampu dimaksud. "Mestinya pihak hotel buat mitigasi risiko agar tidak terjadi seperti ini," kata Merci.

Terkait SPIP,  Merci menekankan kepada peserta untuk bisa mengantisipasi resiko resiko yang mungkin timbul dari kondisi tertentu. Kasatker, KA UPT mesti selalu melihat ramalan BMKG apalagi kondisi saat ini masih musim hujan.

"Sebagai  kasatker harus bisa nitigasi resiko apa yang harus dilakukan. Ini sebenarnya juga adalah bagian dari Spip," kata Merci.
Dalam kegiatan itu Merci juga memberikan piagam penghargaan terhadap sejumlah kepala UPT dan Satker atas prestasinya di berbagai bidang.

Baca juga: Kemenkumham NTT Musnakan 6.787 Arsip Fisik Substantif Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua

"Mestinya ada antisipasi nitigasi resiko. Awasi UPT masing masing, lapas agar tidak terjadi pelarian napi, pelayanan bahan makanan harus baik. Keimigrasian  bagaimana mencegah  agar tidak terjadi orang asing yang over stay. Saya harap seluruh jajaran terus berupaya mewujudkan semakin PASTI dan berakhlak. Bentuk komitmen tuk wujudkan Good Governement dan Clean Governement dangnan cara meningkatkan kinerja dari hari ke hari," kata Merci. 

"Pesan dari Sekjen, masing masing Satker terus bangun citra positif kemenkuham, jaga  komunikasi, bangun citra kehumasan. Saya lihat ada satker yang aktif beritakan kegiatan dan ada satker yang adem ayem saja," kata Merci. 
Merci memberi pesan kepada Kasubag Humas, Dian Lenggu untuk memberi  penilaian kepada humas satker," kata Merci. 
Hingga pukul 18.20 wita lampu belum menyala.

Manajer Neo Aston, Syarif belum berhasil dikonfirmasi Pos Kupang. Saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, teleponnya terputus. Ketika dihubungi kembali, handphonenya tidak bisa dihubungi lagi. Saat di WhatsApp, Syarif tak membalas WhatsApp itu. (vel)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS  

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved