Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 3 Februari 2023, Jangan Menyimpan Dendam
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Jangan Menyimpan Dendam.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Jangan Menyimpan Dendam.
RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari Surat kepada Orang Ibrani 13: 1-8; dan bacaan Injil Markus 6: 14-29.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Jumat 3 Februari 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
"Peliharalah kasih persaudaraan, tergeraklah hatimu untuk memberikan tumpangan kepada orang, janganlah kamu menjadi hamba uang, tetapi cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu."
Karena Allah telah berfirman, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 2 Februari 2023, Kasih Karunia Allah Ada PadaNya
Pesan Yesus ini hendak mengingatkan kita kaum beriman untuk hidup dengan benar dan bersikap penuh kasih terhadap sesama.
Bahwa sebagai kaum beriman kita hendaknya merawat persaudaraan dan gampang tergerak hati oleh rasa belaskasihan untuk menolong dan menyelamatkan orang yang sedang dalam kesulitan.
Kita tidak tenggelam dalam mengumpulkan materi lalu menutup pintu hati terhadap sesama.
Tetapi kita mesti menjadikan uang dan apa pun yang kita miliki sebagai ungkapan kasih persaudaraan antara satu dengan yang lainnya.
Agar kita semua boleh hidup berkecukupan karena kita telah menghayati semangat hidup saling membagi.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 2 Februari 2023, Bahagia Orang yang Menantikan Tuhan
Di sini niscaya tidak ada orang yang terlalu kaya dan tidak ada orang yang terlalu miskin.
Kita hendaknya hidup dengan mencontohi hidup pemimpin-pemimpin kita yang telah menyampaikan Sabda Allah kepada kita.
Di sini kita percaya Sabda Tuhan yang mengatakan, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" akan kita alami sebagai pengalaman iman yang meneguhkan hidup kita.
Di sinilah kita percaya bahwa Tuhan itu penolong kita yang setia.
Oleh kesadaran akan Allah sebagai penolong yang setia itulah juga, maka Yohanes Pembaptis tetap hidup sebagai orang benar dan saleh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Markus-Tulu-SVD-RP_003.jpg)