Berita NTT

Kisah Amye Un, 35 Tahun Rantau Ke Australia Jadi Koki Hingga Penata Kota dan Wawali Kota

selama di Australia dirinya mengikuti sekolah bahasa Inggris selama tiga bulan. Hanya belajar basicnya untuk bisa bekerja.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/AGUS TANGGUR
WAKIL WALI KOTA DARWIN - Wakil Wali Kota Darwin Australia dan Juga Penata Kota Darwin, Amye Un (64), Kamis, 12 Januari 2022. 

"Setelah video saya Viral, dari situlah masyarakat melihat bahwa cara kerja saya ternyata seperti itu, masyarakat mulai ribut. Saat itu juga saya ditawarkan oleh dua partai besar yang ada di Australia. Saya menolak, memang kita hidup di Negara Demokrasi, sehingga Independen itu sangat limit atau sangat kecil. Tapi saya lebih memilih Independen," ceritanya 

Tahun 2020 saya memberanikan diri ikut dalam pemilihan Gouverment (selevel bupati). "Saat itu saya menang dengan 10,3 persen dibawah calon Independen lain," tambahnya 

Tahun 2021, banyak orang yang menelpon saya untuk maju sebagai Wali Kota. Pada saat itu juga, ada dua pemilihan yang bersamaan yaitu Wali Kota dan Penata Kota. Saya ikut dua-duanya. 

"Saya tidak berpikir untuk menang. Karena dana yang saya siapkan itu hanya 3.500 dollar Australia. Dan dana itu dana yang sepanjang demokrasi, dana yang paling limit. Dana pribadi saya yang saya tampung satu hari 20 dolar selama enam bulan," jelasnya. 

Ia merincikan bahwa dana 3.500 dollar Australia tersebut saya peruntukan 500 dollar untuk biaya registrasi. 1.200 dollar Australia untuk mencetak 10.000 surat suara dan 450 dollar Australia untuk 25 lembar baliho. 

"Sedangkan sisanya saya gunakan untuk keperluan operasional," katanya. 

Ia menceritakan bahwa saat itu saya optimis kalau saya sudah menang. Karena fondasi yang saya buat didalam kemasyarakatan iyu sudah kokoh. 

"Jadi memang untuk menjadi seorang politisi itu bukan hanya datang dari keluarga yang mampu atau yang berduit. Tetapi bagaimana kita merangkul hati masyarakat dan kejujuran dari kita pribadi bisa ditunjukan dan dipercayakan oleh masyarakat," tuturnya 

Lanjutnya, secara pemilihan saya juara dua atau runner-up, yang berarti wakil wali kota. Tetapi saya menang juga sebagai penata kota. 

"Dari kedua jabatan itu saya lebih aktif di Councillor, karena Councillor itu saya membawahi suara masyarakat. Saya dekat dimasyarakat itu dengan jabatan Councillor saya," tuturnya 

Amye menjelaskan, kerja dari dewan penata kota Councillor itu untuk membantu wali kota dalam urusan kepentingan publik.

"Selama 2 jam dalam satu hari itu saya mendatangi masyarakat dan mendengar aspirasi mereka. Misalnya mereka mau butuh apa, nanti kita buatkan laporannya ke wali koto dan kita tentukan kebijakannya," jelas Amye sambil menunjukan pakayan yang digunakan saat turun kemasyarakat. (Cr23)

Ikuti Berita POS KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved