Berita NTT

TOP 20 KIPP: Inovasi Posyandu Remaja Pripong Abong, Solusi Cegah Stunting

Pasalnya, dengan adanya Posyandu Remaja, mampu menurunkan bahkan menghilangkan angka stunting.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/AGUS TANGGUR
FOTO BERSAMA - Foto Bersama Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, Sekda Kabupaten Sikka, Adrianus Parera, usai melakukan persentase dan wawancara di Hotel Kristal Kupang, Jumat, 9 Desember 2022.   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Inovasi Posyandu Remaja Pripong Abong di Desa Paubekor, Puskesmas Koting di Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Flores, menjadi solusi dalam pencegahan stunting

Inovasi tersebut masuk dalam daftar finalis 20 Top dari 12 peserta Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik atau KIPP NTT 2022.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Sikka, Adrianus Parera, usai melakukan persentase dan wawancara oleh tujuh Juri dari berbagai kalangan, yang dilaksanakan di Hotel Kristal Kupang, Jumat, 9 Desember 2022.

Baca juga: 845 Dojang Bertanding Dalam Open Tournament Kejuaraan Taekwondo Kejati NTT 2022

Adrianus menegaskan bahwa, program Posyandu Remaja merupakan inovasi pembangunan di bidang pelayanan publik ini akan dijadikan replikasi untuk seluruh posyandu yang ada di Kabupaten Sikka.

Pasalnya, dengan adanya Posyandu Remaja, mampu menurunkan bahkan menghilangkan angka stunting

Ia menjelaskan, inisiatif munculnya program Posyandu Remaja diinisiasi oleh Kepala Puskesmas Koting, dr. Margaretha Novi Indrayani atas keprihatinan kondisi yang terjadi di masyarakat. 

Kondisi terkahir, pada tahun 2019 jumlah penduduk 205 jiwa. Ada ibu hamil dengan kekurangan energi kronis ada 3 orang, ibu hamil dengan anemia 6 orang, pernikahan atau hamil usia dini 4 orang, angka stunting sebanyak 7 orang dan Droup Out sekolah 28 orang. 

Situasi dan kondisi ini, kata Adrianus, menyebabkan tingginya angka stunting di Kecamatan Koting khususnya di Desa Paubekor.

Baca juga: Kapal Cantika 77 Terbakar, Polda NTT Limpahkan Nahkoda Cantika 77 ke Kejaksaan Negeri Kupang

"Anak muda dengan proporsi 50 persen dari jumlah penduduk di Desa Paubekor adalah anak muda dengan usia produktif. Kalau tidak dijamah, tidak disentuh dan tidak diperhatikan maka mereka ini berpotensi akan melahirkan bayi dengan stunting. Inisiatif ini yang dibuat oleh ibu kepala puskesmas," ungkap Adrianus.

Sementara kepala puskesmas Koting, dr. Margaretha Novi Indrayani mengatakan bahwa inovasi yang dilakukan Puskesmas Koting di Posyandu Paubekor adalah bentuk inovasi layanan publik yang melibatkan para remaja. 

Para remaja secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, diselingi dengan kegiatan pembinaan rohani dan olahraga. 

"Jadi betul-betul komplit dan itu cakupannya bukan saja remaja putri tapi juga remaja putra. Dan yang melakukan pelayanan posyandu adalah remaja yang telah dilatih," ungkapnya. 

Ia juga mengakui bahwa, penanganan stunting saat ini tidak hanya dilakukan dengan pemberian makanan tambahan. 

Baca juga: Pengadilan Tinggi Kupang Terima Predikat Instansi Yudikatif Sangat Informatif Dari KIP NTT

Namun diperlukan saat ini adalah tindakan pencegahannya. Salah satunya adalah mencegah terjadinya pernikahan dini.

Ia mengatakan, program Posyandu Remaja saat ini telah direplikasi oleh desa-desa yang lain di Kecamatan Koting. Hal ini mampu menurunkan angka stunting di Kecamatan Koting.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga (cr23) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved