Berita Sumba Timur

Pria Yang Bacok Saudara Kandung dan Warga di Lewa Sumba Timur Terancam 8 Tahun Penjara

diringkus aparat di kediamannya setelah kejadian pembacokan dan penganiayaan berat yang dilakukannya. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
KAPOLSEK - Kapolsek Lewa Ipda Muhammad Andi Fayet, S.Tr.K. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pria yang bacok saudara kandung dan warga lainnya, Semiun Keba Huki alias Bapa Yati (46),  terancam mendekam di balik jeruji besi, 8 Tahun Penjara

Kapolsek Lewa Ipda Muhammad Andi Fayet, S.Tr.K mengatakan, terduga pelaku langsung ditangkap pasca kejadian dan kini telah ditahan di Polsek Lewa

Ipda Andi Fayet mengatakan, atas perbuatannya, Keba Huki diancam dengan pasal penganiayaan berat. 

Baca juga: Resmikan Workshop Center di Sumba Timur, Simak Pesan CEO HPI Robert Halim

"Ancaman pasalnya yaitu penganiayaan berat dengan pasal kesatu 354 KUHP, kedua pasal 351 ayat 2 KUHP atau ketiga pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal untuk kesatu 8 tahun, kedua 5 tahun dan ketiga 2 tahun 8 bulan," sebut Ipda Andi Fayet. 

Warga Desa Kangeli, Kecamatan Lewa Tidahu itu, kata Ipda Andi Fayet, diringkus aparat di kediamannya setelah kejadian pembacokan dan penganiayaan berat yang dilakukannya. 

"Setelah dari TKP kita langsung lakukan penyergapan di rumah terduga pelaku. Saat dikepung, terduga pelaku tidak melakukan perlawanan," ujar dia. 

Kejadian naas yang berlangsung pada Selasa 6 Desember 2022 di Lokasi persawahan Kalu Kauk, RT.006 / RW.005, Desa persiapan Lata Lanyir, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur itu disinyalir diakibatkan oleh saling rebutan lahan sawah garapan antara dua orang saudara. 

Baca juga: UMK Sumba Timur 2023 Naik 7,5 Persen, Mengacu UMP NTT

Lahan sawah tersebut merupakan lahan sawah gadai milik orang tua korban dan terduga pelaku. 

Saat orang tua mereka masih hidup, sawah gadai tersebut digarap oleh korban Tomas Kopa Rihi alias Bapa Nofri (53) selaku saudara tua. Namun setelah orang tua mereka meninggal, terduga pelaku Semiun Keba Huki alias Bapa Yati (46) mengambil alih lahan sawah tersebut secara sepihak. 

Akibatnya, hubungan kedua saudara yang merupakan warga Desa Kangeli, Kecamatan Lewa Tidahu itu menjadi tidak akur. 

Puncak pertikaian terjadi pada Selasa pagi. Saat melintas di lokasi persawahan, korban Tomas Kopa Rihi alias Bapa Nofri (53) melihat saudaranya Semiun Keba Huki alias Bapa Yati (46) sedang membersihkan rumput menggunakan sebilah parang Sumba di lokasi sawah. 

Korban Thomas Kopa Rihi alias Bapa Nofri yang merasa memiliki hak menggarap lahan sawah itu pun mendatangi saudaranya itu untuk melarangnya. 

Baca juga: UMK Sumba Timur 2023 Naik 7,5 Persen, Mengacu UMP NTT

Pertengkaran tidak terelakkan karena terduga pelaku Semiun Keba Huki alias Bapa Yati (46) yang merupakan adik korban tidak menerima teguran tersebut. Puncaknya, dengan tangan di tangan, terduga pelaku membacok korban yang merupakan kakaknya berulang kali. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved