KKB Papua

KKB Papua - Anak Buah Ngalum Kupel Serang Tukang Ojek di Pegubin Papua, Tiga Korban Tewas di TKP

Anak Buah KKB Papua Ngalum Kupel melakukan serangan secara membabibuta terhadap tiga warga sipil yang berprofesi sebagai tukang ojek di Pegubin Papua.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
MENGERIKAN - Anak buah Ngalum Kupel pimpinan Nason Mimin melakukan serangan mengerikan di Distrik Oksebang, Pegunungan Bintang Papua. Dalam serangan itu, tiga tukang ojek tewas mengenaskan. 

POS-KUPANG.COM – Anak buah KKB Papua Ngalum Kupel melakukan serangan secara membabibuta terhadap tiga warga sipil yang berprofesi sebagai tukang ojek di Pegubin Papua ( Pegunungan Bintang ).

Dalam serangan tersebut, tiga tukang ojek dikabarkan tewas mengenaskan. Dari tiga korban tersebut, dua di antaranya tewas di tempat kejadian perkara.

Sementara satu korban lainnya sempat dibawa lari oleh kelompok separatis tersebut, namun beberapa waktu kemudian berhasil ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan.

Sedangkan tiga tukang ojek lainnya berhasil melarikan diri sehingga selamat dari amukan massa.

Baca juga: KKB Papua - Johni Asadoma Kirim 105 Personel Brimob ke Papua: Ingat, Menangkan Hati Rakyat Papua

Insiden mengerikan tersebut, terjadi di pangkalan ojek Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin 5 Desember 2022.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa sejumlah tukang ojek di Pegunungan Bintang, tiba-tiba diserang secara membabibuta oleh Kelompok Kriminal Bersenjata atau biasa disebut KKB Papua.

TEWAS DITEMBAK - Bripda Gilang Aji Prasetyo anggota Brimob yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz, tewas ditangan KKB Papua. Korban gugur dalam insiden baku tembak di Yahukimo pada 30 November 2022. Kini korban sudah dimakamkan di kampung halamannya di Lampung.
TEWAS DITEMBAK - Bripda Gilang Aji Prasetyo anggota Brimob yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz, tewas ditangan KKB Papua. Korban gugur dalam insiden baku tembak di Yahukimo pada 30 November 2022. Kini korban sudah dimakamkan di kampung halamannya di Lampung. (POS-KUPANG.COM)

Hingga saat ini belum diketahui ikhwal penyerangan terhadap warga sipil tersebut.

Namun Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito membenarkan bahwa tragedi berdarah itu terjadi di Distrik Oksebang.

Dikatakannya, dalam insiden tersebut, Nason Mimin diduga sebagai sosok yang paling bertanggung jawab atas insiden itu.

Dalam peristiwa tersebut, tiga tukang ojek dinyatakan tewas dan tiga lainnya selamat karena berhasil melarikan diri.

"Diduga pelakunya kelompok Nason Mimin dari Distrik Okshop," ujar Kapolres Cahyo Sukarnito melalui pesan singkat, Selasa 6 Desember 2022 malam.

Cahyo menjelaskan, Nason Mimin merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dalam struktur organisasinya masuk dalam wilayah Kodap XV Pegunungan Bintang Papua.

Baca juga: KKB PAPUA - Ayah Gilang Beberkan Firasat Buruk, Putranya Dihubungi Berkali-kali Tapi Tak Ada Respon

Pimpinan tertinggi di Kodap XV tersebut, lanjut dia, adalah Ngalum Kupel. Sementara Nason Mimin merupakan salah satu unsur pimpinan di bawahnya.

"Nason Mimin itu memimpin Batalyon di bawah Kodap Ngalum Kupel," tandas Cahyo Sukarnito.

Untuk diketahui, enam orang warga sipil yang selama ini beraktivitas sebagai tukang ojek, diserang kelompok kriminal bersenjata di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Dalam serangan yang dilakukan secara mendadak tersebut, tiga tukang ojek dinyatakan tewas. Pada tubuhnya bersarang peluru yang ditembak oleh anggota kelompok separatis itu.

Pasca serangan tersebut, tiga korban tewas kemudian dievakuasi ke Distrik Oksibil.

Ketiga korban tersebut masing-masing bernama La Usu, La Aman, dan La Ati. Dari ketiga korban ini, salah satunya meninggal dunia dengan peluru yang bersarang di kepala.

KORBAN KEGANASAN KKB - Muhammad Ralas, korban keganasan KKB Papua saat dimakamkan di Manokoari, Papua Barat. Muhammad Ralas ditembak di bagian perut bagian kanan, oleh orang tak dikenal. Di Papua, orang tak dikenal identik dengan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau biasa disebut KKB Papua
KORBAN KEGANASAN KKB - Muhammad Ralas, korban keganasan KKB Papua saat dimakamkan di Manokoari, Papua Barat. Muhammad Ralas ditembak di bagian perut bagian kanan, oleh orang tak dikenal. Di Papua, orang tak dikenal identik dengan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau biasa disebut KKB Papua (POS-KUPANG.COM)

Kronologi Pembantaian Mengerikan

Penyerangan terhadap tiga tukang ojek tersebut, sangat mengerikan. Sebab saat sedang menunggu penumpang, mereka tiba-tiba diserang secara membabibuta.

Para korban itu tak hanya diserang dengan senjata api, tetapi juga dengan menggunakan benda tajam seperti parang.

Baca juga: KKB Papua - Tewas Saat Bertugas di Papua, Gilang Aji Prasetyo Dianugerahi Pangkat Luar Biasa

Lantaran diserang secara tiba-tiba, sehingga dua korban yakni La Usu dan La Aman tewas di tempat.

Keduanya dibunuh secara sadis oleh KKB Papua yang menggunakan parang.

"Dua orang tewas dibunuh secara sadis dengan luka sabetan parang. Satu di antaranya meninggal dengan luka potong di bagian tangan," tutur Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito.

Sementara satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, berhasil ditemukan namun dalam kondisi yang mengenaskan. Korban itu bernama La Ati.

"Iya, benar, korban meninggal ada 3 orang," kata Cahyo Sukarnito kepada Tribun-Papua melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa 6 Desember 2022.

Ia jugha menyebutkan bahwa aksi penyerangan dan pembunuhan sadis tersebut, diduga kuat dilakukan oleh KKB Papua pimpinan Nason Mimin.

"Dugaan sementara KKB pimpinan Nason Mimin sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas kasus ini," ungkapnya.

Sedang Tunggu Penumpang

Kapolres Cahyo Sukarnito menjelaskan penyerangan itu terjadi saat para tukang ojek sedang mencari nafkah di Kampung Mangabib.

Peristiwa tersebut, katanya, terjadi pada Senin 5 Desember 2022 sekitar pukul 17.00 WIT.

Baca juga: KKB Papua - Anggota Brimob Tewas Ditembak, Dihajar KKB Papua dari Kolong Jembatan

Saat itu, katanya, Kasat Reskrim Polres Pegunungan Bintang, Iptu Budi Payung, mendapat informasi dari masyarakat, bahwa telah terjadi penyerangan yang dilakukan oleh KKB.

Warga menyebut ada enam orang tukang ojek di Kampung Mangabib yang sedang menunggu penumpang.

Saat kejadian, tiga orang berhasil melarikan diri, dua orang tewas dibunuh secara sadis.

Korban tewas dengan luka sabetan parang, sementara satu orang masih belum ditemukan keberadaannya.

Belakangan korban yang hilang ini, La Ati ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Cuaca Jadi Kendala

Cahyo menyebut, pasca peristiwa tersebut, aparat TNI Polri berusaha melakukan evakuasi terhadap ketiga jenazah tersebut.

Namun usaha itu tak mudah, karena faktor cuaca yang tak bersahabat, lagi pula sedang hujan dan hari sudah mulai gelap.

Untuk mengevakuasi jenazah, petugas harus menempuh jarak 27 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam karena kondisi jalan dan medan yang berat.

Aparat gabungan TNI-Polri juga, lanjut dia, berusaha sekuat tenaga untuk tiba di lokasi kejadian dan sesegera mungkin membantu korban yang selamat.

Sempat Diamankan Warga

Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal melalui keterangan pers, Selasa 6 Desember 2022 mengatakan tiga tukang ojek yang selamat sempat diamankan di Kampung Mangabib oleh masyarakat.

"Korban tiga tukang ojek yang selamat sempat diamankan di Kampung Mangabib oleh masyarakat," tambahnya.

Sementara satu dari 4 orang lainnya yang selamat dari serangan tersebut, kini sudah berada di Polsek Oksibik, Pegunungan Bintang.

Baca juga: KKB Papua - Yudo Margono Dianjurkan Lanjutkan Gagasan Andika Perkasa Tangani Konflik Papua

"Saat ini empat warga selamat sudah tiba di Kantor Polisi, untuk korban meninggal dunia masih berada di lokasi kejadian," paparnya.

Kabid Humas Polda Papua menambahkan, tim gabungan yang terdiri dari Polres Pegunungan Bintang, Satgas Operasi Damai Cartenz, dan TNI sedang menuju lokasi untuk evakuasi korban meninggal.

"Tim gabungan TNI-Polri sedang menuju ke lokasi kejadian ditengah-tengah cuaca buruk, hujan dan berkabut serta minimnya penerangan," tandasnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved