Timor Tengah Selatan

Dukung Pengentasan Stunting di TTS, Plan Internasional Indonesia Gelar BKB Emas Untuk Kader Posyandu

mendukung program pemerintah daerah dalam mengentas angka stunting di kabupaten TTS

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
PELATIHAN - Yayasan Plan Internasional Indonesia menggelar pelatihan Bina Keluarga Balita (BKB) Eliminasi Masalah anak stunting (Emas) untuk kader posyandu di Aula Hotel Timor Megah, kota Soe Kabupaten TTS, Rabu, 16 November 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

POS-KUPANG.COM, SOE - Yayasan Plan Internasional Indonesia mendukung program pemerintah daerah kabupaten TTS dalam pengentasan angka stunting di daerah ini.

Untuk maksud tersebut, Yayasan Plan Internasional Indonesia menggelar pelatihan Bina Keluarga Balita (BKB) Eliminasi Masalah anak stunting (Emas) untuk kader posyandu bagi 63 peserta dari 21 Posyandu yang tersebar di 7 desa dan 3 kecamatan di kabupaten TTS.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Timor Megah, kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Rabu, 16 November 2022.

Baca juga: Diduga Hamili Dua Wanita, Oknum Kades di Timor Tengah Selatan Diadukan Warga

Semuel Niap, Area Program Manager Yayasan Plan Internasional Indonesia mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan kerja sama dengan BKKBN pusat yang kemudian mendukung program pemerintah daerah dalam mengentas angka stunting di kabupaten TTS.

"Program ini fokus pada penanganan masalah stunting yang mana kami bekerjasama dengan BKKBN pusat sejak tahun 2019 dan paket ini dilakukan di seluruh Indonesia," terangnya.

Untuk itu Semuel menegaskan pihaknya berupaya melaksanakan program ini dengan baik di wilayah desa dampingan Plan. 

"Di TTS ada 7 desa dampingan Yayasan Plan Internasional Indonesia, di Lembata 9 desa dan Nagekeo ada 10 desa," sebutnya. 

"Sejak kemarin dan hari ini kita melaksanakan kegiatan BKB Emas untuk Kader posyandu. Kemudian Tanggal 17-18 November kita laksanakan kegiatan bersama pemerintah desa, terkait peran pemerintah desa untuk konvergensi dan mendukung program ini," ungkapnya.

Baca juga: DPRD Timor Tengah Selatan Alokasikan Dana Rp 3,4 Miliar Buat 328 Guru P3K 

Dia menyampaikan, dukungan dari pemerintah desa akan memudahkan kader dalam melaksanakan program ini demi pengentasan angka stunting di TTS. 

"Materi yang kita berikan mulai dari konsep tumbuh kembang anak, menjadi fasilitator yang baik, dan beberapa materi lain yang ada di dalam modul," katanya.

"Hal yang terpenting sekarang terkait perubahan perilaku orang tua. Ketika orang tua memahami itu, sudah pasti mereka akan mengasuh anak-anak dengan baik sejak usia kehamilan," tandasnya. 

"Perubahan perilaku adalah poin ynag harus digenjot. Sejak remaja seorang perempuan sudah paham bagaimana seharusnya dia menjaga pola sikap dengan menghindari perilaku yang beresiko, tidak menjadi remaja yang anemia dan mengkonsumsi makanan yang sehat. Juga bagi calon pengantin tentu ada sikap yang perlu diperhatikan. Tentu semua ini hal sederhana yang sangat berdampak karena itu perlu diberikan pencerahan. Juga sebagai suami tentu ada perhatian-perhatian khusus yang perlu diberikan kepada istri saat istri sedang mengandung. Contoh sederhana suami mengelus perut ibu atau bernyanyi bagi ibu. Hal-hal sederhana itu sangat berpengaruh bagi pertumbuhan janin yang berada dalam perut," urainya.

Semuel mengatakan, seribu hari pertama usia kehamilan sangat berpengaruh bagi perkembangan otak anak dan kemudian pertumbuhan lainnya. Hanya dengan hal-hal sederhana itu ungkap Semuel masalah stunting akan teratasi dengan baik.

Baca juga: 20 Parpol Lulus Verifikasi Administrasi, KPU Timor Tengah Selatan Siap Verifikasi Faktual 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved