Berita Manggarai Timur

Pendataan Awal Regsosek 2022, 343 PPL Ikut Pelatihan di Manggarai Timur

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Manggarai Timur Angela Regina Maria Wea.

Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO ISTIMEWA
FOTO BERSAMA - Kepala BPS Kabupaten Manggarai Timur, Angela Regina Maria Wea sedang foto bersama dengan petugas PPL. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Sebanyak 343 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Manggarai Timur ( Matim ) mengikuti pelatihan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi ( Regsosek 2022 ) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik  ( BPS Manggarai Timur ).

Kegiatan pelatihan Regsosek 2022 ini dilaksanakan 4 gelombang dimana gelombang I dari 29-30 September, gelombang II tanggal 3-4 Oktober, gelombang III 6-7 Oktober dan gelombang IV 10-11 Oktober 2022.

Kegiatan pelatihan Regsosek 2022 ini bertempat di tiga hotel dimana di Hotel Embun pagi diikuti 2 kelas, Gloria 2 kelas dan Hotel Charisma 1 Kelas pada setiap hari untuk masing-masing gelombang, kecuali gelombang terakhir hanya 4 kelas.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Manggarai Timur Angela Regina Maria Wea.

Baca juga: Sekda NTT Meninggal, Bupati Manggarai Hery Nabit Ungkap Karakter Domu Warandoy yang Tegas

Angela Regina Maria Wea kepada TRIBUNFLORES.COM, Senin 3 Oktober 2022, menerangkan, pendataan awal Regsosek 2022 adalah kegiatan super prioritas. Presiden RI, Joko Widodo, secara khusus menyampaikan pada penyampaian RUU APBN tahun anggaran 2023 pada tanggal 16 Agustus 2022 tentang reformasi program perlindungan sosial diarahkan pada perbaikan basis data penerima melalui pembangunan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) serta percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim.

Karena itu, melalui pendataan awal Regsosek 2022 akan dihasilkan basis data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan.

Baca juga: Kementan dan Komisi IV DPR RI Motivasi Petani dan Penyuluh di Manggarai Barat

Untuk mewujudkan tujuan pendataan awal Regsosek 2022, kata Angela, dibutuhkan petugas lapangan (PPL, PML dan Koseka) yang memenuhi standar profesional, berintegritas dan menjunjung tinggi kode etik statistik.

"Kami membutuhkan petugas lapangan yang memiliki karakter, kompetensi dan literasi yang baik. Petugas lapangan yang dibutuhkan memiliki karakter moral (jujur dan rendah hati) dan karakter kinerja (kerja keras, ulet, tangguh, tidak mudah menyerah). Kedua karakter tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan pengumpulan data di lapangan yang sangat bervariasi,"ujar Angela.

Menurut Angela, tantangan terbesar pengumpulan data adalah menghadapi penolakan oleh responden padahal target pendataan awal Regsosek 2022 adalah 100 persen respon atau zero non response.

Dikatakan Angela, pihaknya juga membutuhkan petugas yang kompeten.

Baca juga: BPS Lembata Wujudkan Satu Data Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Ia menjelaskan, ada empat kompetensi yang harus dibangun yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikasi dan kolaborasi. Kemampuan berpikir kritis dibutuhkan untuk dapat memahami standar pengumpulan data yang meliputi konsep, definisi, klasifikasi, pengukuran dan satuan yang digunakan dalam Pendataan Awal Regsosek 2022.

Menurut Angela, petugas juga harus memahami tujuh cakupan data yang akan dikumpulkan.

Adapun tujuh cakupan data itu yakni yaitu kondisi sosial ekonomi demografis, Kondisi perumahan dan sanitasi air bersih, kepemilikan aset, kondisi kerentanan kelompok penduduk khusus, informasi geospasial, tingkat kesejahteraan, dan Informasi sosial ekonomi lainnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved