Liga 1 Tragedi Kanjuruhan

Liga 1 Tragedi Kanjuruhan, Anies Baswedan : Tak Ada Sepakbola Seharga Nyawa Manusia

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, angkat bicara atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada hari Sabtu 1 Oktober 2022

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
TRAGEDI STADION KANJURUHAN- Detik-detik terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Pertandingan sepakbola antara Arema FC vs Persebaya Surabaya itu berakhir rusuh dan tercatat 130 orang tewas dan hampir 200 suporter lainnya menderita luka-luka. 

POS-KUPANG.COM - Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, angkat bicara atas Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang pada hari Sabtu 1 Oktober 2022.

Dalam insiden tersebut, data terbaru menyebutkan bahwa sebanyak 130 orang dinyatakan tewas dan 186 korban lainnya menderita luka-luka. Para korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang itu harus mendapatkan perawatan medis.

Atas kejadian itulah, Anies Baswedan menyampaikan ungkapan bela sungkawa yang mendalam atas para suporter yang meninggal dunia dalam insiden tersebut. "Kami menyampaikan rasa duka yang tiada henti bagi ibu dan bapak yang hari ini tak bisa lagi melihat anaknya yang wafat dalam insiden itu. Kepada mereka (orangtua korban), semoga diberikan ketabahan.

Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan saat ditemui saat Festival Kolaborasi Jakarta (FKJ) di Kawasan Kota Tua, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu 2 Oktober 2022.

Baca juga: Pilpres 2024, Anies Baswedan Diadukan ke Bawaslu, Puadi: Belum Memenuhi Syarat Pelanggaran Pemilu

Dikatakannya, tragedi itu harus menjadi momen untuk mengintrospeksi bahwa tidak ada sepak bola yang seharga nyawa.

Artinya, kejadian itu perlu dijadikan evaluasi secara menyeluruh agar masyarakakat dapat mengambil pelajaran dari pasca pertandingan sepakbola antara Arema FC vs Persebaya Surabaya itu.

"Agar ke depan, kita semua bisa melakukan perubahan, sehingga tidak terjadi lagi tragedi seperti ini, kapan pun dan dimana pun," tegasnya.

Ke depannya, lanjut dia , DKI Jakarta akan melakukan pengamatan ulang terhadap fasilitas di studion maupun fasilitas olahraga lainnya. Dengan begitu bisa dilakukan koreksi apabila terdapat sesuatu yang membahayakan.

Ia menyebutkan, dalam situasi apa pun, keselamatan dan nyawa adalah hal paling penting, yang harus dinomorsatukan.

Sebelumnya, diketahui insiden tragis Kanjuruhan bermula dari pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berlaga di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023.

SUASANA STADION KANJURUAN - Kerusuhan Kanjuruhan, kemenangan pertama Persebaya di kandang Singo Edan yang menyulut amarah supporter. Tampak suasana di area Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/9/2022) malam.
SUASANA STADION KANJURUAN - Kerusuhan Kanjuruhan, kemenangan pertama Persebaya di kandang Singo Edan yang menyulut amarah supporter. Tampak suasana di area Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/9/2022) malam. (KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)

Pertandingan tersebut menorehkan hasil tipis, yakni kemenangan 2-3 untuk klub yang akrab dengan sebutan Bajul Ijo.

Kekalahan tersebut mengundang amarah Aremania selaku supporter Arema FC. Pasalnya, itu adalah kekalahan pertama mereka atas Persebaya Surabaya di kandang sendiri setelah 23 tahun.

Tak terima dikalahkan, para supprter turun ke lapangan, dan terjadilah kerusuhan.

Guna meredam kerusuhan, pihak keamanan pun menembakkan gas air di Stadion Kanjuruhan. Akan tetapi, langkah tersebut dinilai tidak tepat.

Baca juga: Surya Paloh Pilih Sosok Ini Jadi Capres 2024, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo atau Andika Perkasa?

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved