Berita TTU

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua Gelar Rapat Evaluasi Tim Pengawasan Orang Asing di TTU

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, K. H. Halim mengatakan, selama ini telah terbentuk tim pengawasan orang asing di TTU sejak tahun 2016.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
RAPAT - Pelaksanaan kegiatan Rapat Evaluasi Tim Pengawasan Orang Asing di Kabupaten TTU yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, Rabu, 28 September 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua menggelar kegiatan Rapat Evaluasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Timor Tengah Utara atau TTU di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rapat evaluasi yang digelar di Aula Hotel Victory II, Rabu, 28 September 2022 yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua ini dihadiri oleh Asisten I Setda TTU, Yoseph Khuabib, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Timor Tengah Utara, BNN, Badan Inteligen, KKP, PLBN Wini, PLBN Napan, Kantor Karantina Pertanian, Naketrans TTU, Dukcapil TTU, Satgas Pamtas RI-RDTL, Kodim 1618/TTU, Polres TTU, Kejari TTU, dan pihak-pihak terkait.

Saat diwawancarai, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, K. H. Halim mengatakan, selama ini telah terbentuk tim pengawasan orang asing di Kabupaten TTU sejak tahun 2016.

Baca juga: Pelatihan Jurnalistik Humas Pemkab TTU, Peserta Dilatih Live Streaming Facebook 

Meskipun demikian, semua kegiatan harus dievaluasi. Pasalnya setiap instansi memiliki fungsi masing-masing.

Dalam rapat evaluasi kali ini, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua meminta masukan perihal perbaikan dalam upaya pengawasan lalu-lintas orang di perbatasan.

Kabupaten TTU merupakan salah satu tempat yan strategis yang menjadi perlintasan orang, baik dari Indonesia menuju Timor Leste maupun sebaliknya.

Baca juga: Pelatihan Jurnalistik Humas Protokol dan Komunikasi Pemkab TTU, Kami Kosongkan Gelas

Pasalnya, Kabupaten TTU memiliki 3 titik yang saat ini menjadi pusat perlintasan yaitu Wini, Napan dan Haumeniana.

Menjadi salah satu tempat transit yang potensial maka secara tidak langsung muncul juga permasalahan-permasalahan salah satunya pelintas ilegal dan jalur ilegal.

"Oleh karena itu penting bagi kita untuk bersama-sama melakukan pengawasan agar pelaksanaan tugasnya nanti bisa berjalan optimal," ucapnya.

Baca juga: Anggota DPRD TTU Lakukan Ritual Adat Tsea Bife Fe’u di Desa Sekon 

Baginya, kesempatan hari ini merupakan kelanjutan dari rapat-rapat sebelumnya di mana menjadi momentum untuk bisa mengevaluasi dan memperbaiki hal yang sudah dilaksanakan agar lebih baik dan optimal dalam pengawasan orang asing.

Sementara itu, Asisten 1 Setda Pemkab TTU, Yoseph Kuabib mengatakan, perlu adanya antisipasi perlintasan orang yang membawa BBM mengingat saat ini sedang ada kenaikkan harga BBM di Indonesia.

Hal ini dilakukan, kata Yoseph, untuk mengantisipasi terjadinya polemik yang berpotensi menimbulkan konflik sosial lainnya.

"Terkait dengan pasar bebas maka kita sebagai Timpora harus mulai bersiap dan segera berbenah dalam meminimalisir terjadinya masalah akibat dilaksanakannya pasar bebas di jalur perbatasan," ucapnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved