Berita Timor Tengah Utara
Anggota DPRD TTU Soroti Kerusakan Pekerjaan Ruas Jalan Subun-Ban'ulu
Anggota DPRD TTU Fraksi Gerindra, Yasintus Usfal menyoroti kerusakan yang terjadi pada pekerjaan ruas jalan Supun-Ban'ulu.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Anggota DPRD TTU Fraksi Gerindra, Yasintus Usfal menyoroti kerusakan yang terjadi pada pekerjaan ruas jalan Supun-Ban'ulu.
Menurutnya, rencana pengerjaan ruas jalan Supun - Ban'ulu yang menghubungkan Kecamatan Biboki Selatan dan Biboki Moenleu Kabupaten TTU, NTT telah dikerjakan hingga ke wilayah Tunbes pada tahun 2021 lalu.
"Kebetulan hasil pantauan Komisi III DPRD TTU pada badan jalan yang ada di jantung Desa Tunbes terbelah (atau mengalami kerusakan)," ujarnya saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Kamis, 29 September 2022.
Baca juga: Kejari TTU Bidik Kerusakan Gedung SDN Naisunaf, Kasie Intel : Ada Indikasi Tak Sesuai Spesifikasi
Pasca melakukan pantauan tersebut, Komisi III DPRD TTU kemudian menyampaikan hal itu kepada OPD Teknis dalam hal ini, Dinas PUPR TTU untuk mengingatkan kontraktor .
Pasalnya, pekerjaan jalan oleh PT. Timor Indah Mandiri tersebut, masih dalam proses pemeliharaan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD TTU ini menegaskan kepada OPD Teknis melalui konsultan pengawas agar memberikan pengawalan ketat terhadap pekerjaan pihak rekanan.
Baca juga: Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua Gelar Rapat Evaluasi Tim Pengawasan Orang Asing di TTU
"Karena di akhir-akhir ini banyak kontraktor yang kemudian tidak tertib," tukasnya.
Dikatakan Yasintus, kualitas sebuah pekerjaan itu diukur apabila pihak kontraktor menjalankan tugas dan fungsinya secara baik.
Ia khawatir kerusakan (terbelahnya jalan) yang terjadi pasca setahun dikerjakan ini merupakan akibat dari lemahnya kontrol dari dinas teknis.
Baca juga: Diskusi Terbuka Publik Tentang Revisi RT/RW, Wabup TTU Titip Pesan Penting
Yasintus menduga, kerusakan tersebut terjadi sebagai akibat dari pihak kontraktor tidak mengerjakan sesuai spesifikasi.
Saat ini, pekerjaan ruas jalan Supun- Mena hanya difokuskan pada pekerjaan fisik jalan. Sementara jembatan penghubung pada ruas jalan itu belum dikerjakan.
"Kadis hasil monitoring kita, kita masih fokus pada fisik jalan yang sementara dikerjakan," ucapnya.
Yasintus mengaku telah mengangkat tentang kerusakan pekerjaan ruas jalan Supun-Ban'ulu sebanyak 3 kali dalam rapat DPRD.
"Itu hotmix dan kalau baru satu tahun dikerjakan dan terbelah ini artinya saat itu, pekerjaannya betul-betul tidak bagus. (Kualitasnya) memang sangat diragukan," urainya.