Berita Kota Kupang

Kopi Arabika Timor Raih Juara Pertama di Festival Kopi Terbaik Nusantara Jogya

Muhammad Fikri Shobari, seorang teknisi pesawat dari salah satu maskapai di Bandara El Tari Kupang. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.PRIBADI
KETUA KELOMPOK - Yusuf Zetmin Koinmanas selaku Ketua Kelompok Tani Taleko Monit menunjukkan Kopi Oelbiteno di rumah jemur di halaman rumahnya.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kopi Arabika Timor dari Desa Leloboko, Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang meraih juara pertama, dari 15 Arabika Dry Terbaik, Kompetisi Kopi Terbaik Nusantara, Jogja Coffee Week kedua atau JCW#2, awal September lalu.

Minuman Kopi Arabika Timor yang meraih juara pertama dalam Kompetisi Kopi Terbaik Nusantara, Jogja Coffee Week, merupakan hasil kerja keras Muhammad Fikri Shobari.

Sosok  Muhammad Fikri Shobari, seorang teknisi pesawat dari salah satu maskapai di Bandara El Tari Kupang.  inilah yang mengangkat nama Kopi Arabika Timor menjuarai Festival Kopi Terbaik Nusantara di Jogya.

Baca juga: Sao Kopi Wolopaku, Sensasi Seruput Kopi di Dataran Tinggi Desa Kebesani-Ende

Selain itu, Muhammad Fikri Shobari, yang biasa disapa Fikri ini, telah dua tahun lamanya membina petani kopi di Desa Leloboko, Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang sekaligus sebagai seorang prosesor kopi.

Menurut Fikri, Kopi Arabika Timor ini mengikuti kompetisi  JCW#2 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), 2 - 6 September 2022 lalu. Kompetisi itu diikuti lebih dari 166 brand ekosistem kopi serta 239 peserta kontes kopi dari seluruh Indonesia.

Kopi Leloboko ditetapkan sebagai juara dari 15 kopi terbaik dengan skor tertinggi di kategori tersebut dan kini akan maju di tahap lelang.

Sebelumnya saat diwawancarai di Kupang beberapa waktu lalu Fikri menceritakan keinginannya untuk terus mengangkat Kopi Timor dan bagaimana awal mula ia melangkah mewujudkan cita-cita itu.

Ia sangat menyukai kopi dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mempelajari kopi di Kota Kupang bersama Komunitas Kupang Menyeduh setelah ia pindah dari Jakarta karena tugasnya sebagai seorang teknisi pesawat.

Baca juga: Wisata Labuan Bajo, Kedai Kopi yang Menyediakan Kopi Flores di Labuan Bajo

Pada 2019 saat ia bertugas di NTT dirinya menyempatkan diri berkunjung ke Ende untuk memperdalam pengetahuan akan dunia kopi dan melihat pengembangan kopi asal Flores. Kemudian saat kembali ke Kupang ia berkeinginan mendampingi petani kopi di Pulau Timor.

Produk Kopi Arabika Timor dari Desa Leloboko, Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang menjadi tempat pertama yang ia tuju. Rumah warga ia kunjungi dan mencari tahu apakah ada kopi yang bisa diproduksi dan dijual warga setempat. Langkah ini dilakukan sejak tahun 2020 lalu.

Pak Adi adalah orang warga desa setempat yang turut membantu Fikri. Pak Adi sendiri, ceritanya, adalah tokoh yang sangat dihormati warga apalagi karena istrinya yang adalah seorang pendeta di sana. Maka jalan baginya terbuka, ia dan warga memulai kerja sama dan belajar usaha kopi dengan ilmu yang ia miliki.

Menurutnya saat itu musim panen kopi memang sudah berlalu sehingga antusias masyarakat belum tinggi. Awalnya untuk menjemur kopi pun bukan dilakukan di rumah jemur tetapi dengan skala kecil atau di atas meja biasa. Lalu petani dihadapkan lagi dengan Badai Seroja. Untungnya didapatkan panen 50 kilogram green bean atau biji kopi.

Masyarakat juga akhirnya bisa merasakan perbedaan dari rasa kopi yang telah diolah dengan teknik yang tepat dibandingkan dengan kopi yang diolah mereka sehari-hari selama ini.

Baca juga: Menteri Desa PDTT Luncurkan Produk Unggulan BUMDes Pala Opat, Kopi Tubu di TTU

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved