Berita Timor Tengah Utara

Menteri Desa PDTT Luncurkan Produk Unggulan BUMDes Pala Opat, Kopi Tubu di TTU

Menteri Desa PDTT beserta rombongan  meninjau langsung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tubu beserta beberapa produk unggulan masyarakat setempat

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
MENTERI DESA - Menteri Desa PDTT saat kunjungan di Kabupaten Timor Tengah Utara, 16 Agustus 2022. kehadiran menteri dalam rangka meninjau langsung Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tubu beserta beberapa produk unggulan masyarakat setempat 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU- Menteri Desa PDTT (Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) Dr (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar M. Pd, melakukan kunjungan kerja ke Desa Tubu Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT.

Kehadiran Menteri didampingi Kadis Nakertrans NTT Sylvia R. Peku Djawang beserta rombongan, Wakil Bupati TTU Drs. Eusabius Binsasi, juga Ketua DPRD TTU

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Selasa, 16 Agustus 2022 ini, Menteri Desa PDTT beserta rombongan  meninjau langsung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tubu beserta beberapa produk unggulan masyarakat setempat salah satunya Kopi Tubu.

Pada kesempatan itu juga, Menteri Desa berkesempatan meluncurkan produk asli BUMDes Pala Opat, Desa Tubu yakni Kopi Tubu.

Dalam sambutannya, Menteri Desa PDTT H. Abdul Halim Iskandar mengatakan,  pelaksanaan kunjungan ke Desa Tubu merupakan sebuah kebanggaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan perhatian Kementerian Desa PDTT.

Baca juga: Menteri Desa PDTT Kenakan Busana Daerah Saat Irup HUT ke 77 Kemerdekaan di Belu

Abdul Halim mengapresiasi antusiasme pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta masyarakat Desa Tubu dalam melakukan penyambutan serta ambil bagian dalam momentum ini.

Ia mengakui bahwa, potensi ternak sapi, ayam, beberapa komoditas masyarakat setempat mestinya menjadi modal penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam upaya menurunkan angka stunting, Abdul Halim meminta masyarakat setempat untuk mengubah pola makan anak-anak dan ibu hamil dengan memanfaatkan hasil produk makanan lokal seperti ubi-ubian, kelor, jagung dan lain-lain.

"Banyak makanan di sekitar kita yang jauh lebih bergizi," tukasnya.

Kementerian Desa, kata Abdul Halim, memiliki perhatian khusus terhadap Provinsi Nusa Tenggara Timur perihal upaya penurunan angka stunting

"Kami ingin warga NTT semakin hari semakin cerdas, dan kami ingin lahir tokoh-tokoh nasional dari Nusa Tenggara Timur. Itu kuncinya cuma satu yaitu makanan bergizi dan tekun belajar," ujar Abdul Halim.

Baca juga: Unwira Kupang via KKNT-PPM kerjasama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perkuat Kapasitas BUMDes

Sementara itu, Wakil Bupati TTU, Drs, Eusabius Binsasi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri Desa PDTT dan rombongan ke wilayah tersebut.

Dikatakan Eusabius, infrastruktur jalan, serta hal-hal yang akan dibangun di wilayah tersebut masih membutuhkan pembenahan.

Kabupaten Timor Tengah Utara, ujarnya, memiliki 181 desa dan 9 kelurahan. Dari jumlah ini, Kementerian Desa telah mengalokasikan anggaran desa 135 miliar pada tahun 2022.

"Tahap pertama sudah tersalurkan 100 persen, tahap kedua sudah 85 persen dan sementara diupayakan agar tahap kedua pun bisa segera 100 persen," jelasnya.

Eusabius juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Desa PDTT yang telah memberikan dukungan anggaran di setiap desa, sehingga masyarakat Kabupaten TTU mulai bangkit dari berbagai ketertinggalan. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di NEWS GOOGLE

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved