Berita Timor Tengah Utara

Pengurus IPPAT NTT Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum dan Bakti Sosial

Bhakti sosial dan penyuluhan hukum yang dilaksanakan Pejabat Pembuat Komitmen atau IPPAT NTT, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DOKUMENTASI IPPAT NTT
PENYULUHAN - Pose pelaksanaan kegiatan penyuluhan hukum di Desa Fafinesu A oleh Ketika IPPAT NTT beserta jajaran pengurus, Sabtu, 24 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Pengurus Organisasi Ikatan Pejabat Pembuat Komitmen atau IPPAT NTT menggelar kegiatan bakti sosial dan penyuluhan hukum di Desa Fafinesu A, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT.

Bhakti sosial dan penyuluhan hukum yang dilaksanakan Pejabat Pembuat Komitmen atau IPPAT NTT, diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Organisasi IPPAT ke-35, Sabtu, 24 September 2022 

Pelaksanaan bakti sosial  dan penyuluhan, Secara khusus di Provinsi NTT, namun pengurus wilayah memilih Kabupaten TTU menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan kegiatan.

Baca juga: Tahun 2022 Polres Timor Tengah Utara Ungkap 3 Kasus Judi

Turut ambil bagian dalam kegiatan ini, Ketua IPPAT Wilayah NTT, Imanuel Mali, S. H., M. H, Sekretaris IPPAT NTT, beserta para pengurus wilayah IPPAT NTT dari Kabupaten Rote Ndao, Belu, TTS, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTU.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan mengusung tema "Bersama IPPAT kita berbagi, berkarya dan meningkatkan profesionalisme". 

Saat diwawancarai Ketua Pengurus Daerah Timor II IPPAT NTT, Randy V. Neonbeni, SH.,M.Kn mengatakan, bakti sosial ini mencakup penyerahan paket sembako bagi masyarakat serta diakhiri dengan penyuluhan hukum mengenai pendaftaran pembuatan sertifikat tanah.

"Jadi tanah-tanah yang belum ada sertifikat, kita memberikan edukasi kepada masyarakat supaya proaktif melalui pemerintah desa berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional supaya ada program-program seperti PTSL bisa masuk ke desa," ungkapnya.

Baca juga: Gelar Kunjungan ke Kabupaten Timor Tengah Utara, Melki Laka Lena Segera Penuhi Harapan Warga

Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa memiliki kepastian hukum atas tanah yang dimiliki. 

Dikatakan Randy, peserta kegiatan penyuluhan hukum mencapai 100 orang. 

Ia berharap melalui kegiatan tersebut, masyarakat dicerahkan.

Pasalnya, berdasarkan sharing dalam kegiatan itu, masih banyak konflik kepemilikan tanah yang sering terjadi di masyarakat.

"Semoga dengan kegiatan ini, ada juga lembaga-lembaga lain, terlebih instansi-instansi terkait melakukan kegiatan ini secara terus menerus," ucapnya.

IPPAT NTT juga berharap, pihaknya bisa melakukan penyuluhan hukum di tingkat desa perihal pendaftaran pembuatan sertifikat tanah ini. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved