Berita TTU

Gelar Kunjungan ke Kabupaten Timor Tengah Utara, Melki Laka Lena Segera Penuhi Harapan Warga

ia juga mendorong agar jamu yang sudah diproduksi oleh masyarakat tersebut bisa mendapat izin edar dari Balai POM dan Dinkes

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DIONOSIUS REBON
FOTO BERSAMA - Pose bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, Perwakilan Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI, Kemenkes RI  Erie Gusnellyanti, S. Si., Apt. MKM beserta rekan-rekan, Ketua dan Pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten TTU, Tokoh Agama, Pemkab TTU dan Masyarakat Desa Oeperigi dan sekitarnya, Jumat, 20 Agustus 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Emanuel Melkiades Laka Lena beserta Tim dari Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI menggelar sosialisasi Edukasi Pembuatan dan Penggunaan Jamu yang Aman, Bermutu dan Bermanfaat di Desa Oeperigi, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT.

Selain menggelar sosialisasi Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT ini beserta Tim dari Kemenkes RI juga meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Merdeka di Puskesmas Oemeu.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kantor Desa Oeperigi, Jumat, 20 Agustus 2022 ini dihadiri juga oleh Camat Noemuti, Egy Sanam, Perwakilan Dinkes TTU dan masyarakat.

Baca juga: Dosen Prodi Agribisnis Unimor- Distan TTU Lakukan Bimtek bagi Petani di Biboki Utara

Saat diwawancarai, Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, pihaknya dan Kementerian Kesehatan melakukan sosialisasi, edukasi informasi kepada masyarakat terkait langkah pengoptimalan penggunaan jamu sesuai dengan potensi daerah Kabupaten Timor Tengah Utara khususnya di Kecamatan Noemuti.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini menilai, masyarakat telah banyak melakukan pengembangan obat tradisional atau jamu.

"Sudah banyak ibu-ibu yang sudah membentuk kelompok untuk pengembangan obat tradisional," katanya.

Hal ini, Bagi Melki, menjadi atensi dan perhatian DPR RI untuk mendorong agar diproduksi lebih banyak lagi untuk memenuhi aspek kesehatan baik oleh Dinas Kesehatan maupun Balai POM.

Baca juga: Dosen Prodi Agribisnis Unimor- Distan TTU Lakukan Bimtek bagi Petani di Biboki Utara

"Hal ini kita lakukan untuk menolong masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mendorong agar jamu yang sudah diproduksi oleh masyarakat tersebut bisa mendapat izin edar dari Balai POM dan Dinkes agar bisa diperjualbelikan.

Sementara itu, Perwakilan Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI, Kemenkes RI  Erie Gusnellyanti, S. Si., Apt. MKM menjelaskan, Kemenkes memiliki program gerakan Nasional yakni Bugar dengan Jamu.

Kegiatan tersebut telah dilaunching sejak tahun 2015 lalu dan pihaknya berharap, hal ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat luas.

Dikatakan Erie, Jamu merupakan warisan budaya leluhur di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga cukup banyak masyarakat yang telah menggunakan jamu.

"Ini warisan leluhur dan sudah turun-temurun oleh nenek moyang kita," urainya.

Baca juga: Dosen Matematika Unimor Gelar Pengabdian di SMPN Kotabaru TTU 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved