Berita Nasional

Kepuasan Publik ke Anies Baswedan Jeblok, Gubernur DKI Jakarta Disebut Hanya Ubah Nama Jalan

Kepuasan publik terhadap kinerja Anies Baswedan selama memimpin DKI Jakarta, jeblok menjelang akhir kekuasan. Anies disebut hanya ubah nama jalan.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
KINERJA JEBLOK - Kinerja Anies Baswedan. Gubernur DKI Jakarta jeblok saat hari-hari terakhir menjelang akhir masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Mantan Mendikbud RI itu dinilai hanya mengubah-ubah nama jalan, buat narasi dan tak bangun konstruksi apa pun di DKI Jakarta. 

Sementara itu tidak banyak pembangunan infrastruktur yang menonjol yang dilakukan Anies.

Banyak dari proyek-proyek infrastruktur di Jakarta dan sekitarnya dibangun oleh pemerintah pusat atau kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan pusat.

“Yang ditonjolkan Anies adalah pembangunan kembali kampung-kampung yang sebelumnya digusur pada masa Ahok, seperti korban gusuran di Bukit Duri,” lanjut Riandi.

Pada faktanya warga tetap direlokasi ke rumah susun, seperti yang pernah dilakukan Ahok.

Baca juga: Anies Baswedan Bertemu Ahok di Hotel: Kami Hanya Ngobrol Santai dan Saling Tanya Keluarga

Anies mengganti sejumlah istilah seperti rumah sakit menjadi rumah sehat, ulang tahun menjadi Jakarta Hajatan, hingga mengembalikan nama Batavia di kawasan Kota Tua.

“Kontroversi membuat Anies sering diperbincangkan, tetapi dengan sentimen yang negatif,” jelas Riandi.

Pembangunan fisik yang digaungkan oleh Anies lebih berupa proyek mercusuar yaitu sirkuit balap Formula E dan stadion internasional Jakarta (JIS).

“Proyek sirkuit Formula E dan stadion JIS lebih kental aroma politisnya ketimbang fungsionalnya,” Riandi menegaskan.

Tanpa prestasi yang bisa menuai kepuasan publik, Anies berencana maju ke pentas politik nasional.

"Anies memainkan politik oposisional untuk menjadi magnet bagi berbagai kekuatan politik yang berseberangan dengan pemerintahan Jokowi periode kedua,” pungkas Riandi.

Nusantara Strategic Network (NSN) melakukan survei pada 11-15 September 2022 dengan 400 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta.

Baca juga: Pimpinan Ormas Temui Anies Baswedan Sebelum Turun Takhta: Bukan Bahas Pilpres Tapi Hanya Silaturahmi

Metode survei adalah multistage random sampling.

Margin of error survei ±4,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari survei itulah terungkap fakta bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Anies Baswedan, jeblok di akhir masa jabatannya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved