Berita Nasional
Kepuasan Publik ke Anies Baswedan Jeblok, Gubernur DKI Jakarta Disebut Hanya Ubah Nama Jalan
Kepuasan publik terhadap kinerja Anies Baswedan selama memimpin DKI Jakarta, jeblok menjelang akhir kekuasan. Anies disebut hanya ubah nama jalan.
POS-KUPANG.COM - Kepuasan publik terhadap kinerja anies baswedan selama memimpin DKI Jakarta, jeblok menjelang akhir masa kekuasannya.
Gubernur DKI Jakarta itu disebut hanya mengubah-ubah nama jalan dan mengonta-ganti istilah. Tak banyak infrastruktur yang dibangun oleh Mantan Mendikbud RI tersebut.
Hal ini terungkap dari survei yang dilaksanakan oleh Nusantara Strategic Netwok ( NSN ) pada 11-15 September 2022. Survei itu dilakukan terhadap 400 responden yang mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta.
“Tingkat kepuasan publik DKI Jakarta terhadap Anies Baswedan berada di titik terendah, setelah setahun terakhir selalu berada di bawah 40 persen,” kata Direktur Program NSN Riandi, Sabtu 24 September 2022.
Baca juga: Relawan Dorong Partai Politik Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden
Disebutkan bahwa dari hasil survei itu terlihat hanya 30,3 persen publik ibukota yang merasa puas terhadap kinerja orang nomor satu di DKI Jakarta itu.
Bahkan terungkap pula, bahwa selama lima tahun memimpin DKI Jakarta, tak banyak pembangunan infrastruktur yang dilakukan Anies Beswedan.
Dan, jika dilihat dalam setahun terakhir, kepuasan publik terhadap Anies Baswedan, tidak pernah menembus 40 persen.

Bahkan saat ini, tinggal sebulan lagi mengakhiri masa jabatan, kepuasan publik terhadap kinerja Anies Baswedan berada pada titik terendah.
Berdasarkan hasil survei Nusantara Strategic Netwok ( NSN ) hanya 30,3 persen publik ibukota yang merasa puas dengan apa yang dilakukan Anies Baswedan.
Sementara 58,8 persen publik merasa tidak puas, dan sisanya yang tidak tahu/tidak jawab sebanyak 10,9 persen.
“Jadi, tingkat kepuasan publik terhadap Anies berada pada titik terendah, setelah setahun terakhir selalu berada di bawah 40 persen,” kata Direktur Program NSN, Riandi.
Baca juga: PPP Rekomendasikan Anies Baswedan Jadi Calon Presiden 2024: Perubahan Itu Nyata di DKI Jakarta
Dikatakannya, buruknya persepsi publik terhadap Anies itu, tak lepas dari berbagai kontroversi yang muncul dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Publik tidak melihat keseriusan Anies dalam membangun Jakarta dan merealisasikan janji-janji politiknya.
“Yang dilakukan Anies hanya mengubah nama-nama jalan dan mengganti istilah, tanpa ada hal-hal yang lebih substantif,” tandas Riandi.
Anies mengganti puluhan nama jalan di ibukota dengan nama-nama tokoh Betawi.