Korban Mutilasi di Mimika

KKB Sebagai Pelabelan Ditolak, Keluarga Korban Mutilasi di Mimika Papua Ajukan Dua Tuntutan

Keluarga empat warga Nduga yang menjadi korban kasus mutilasi di Mimika Papua mengajukan dua tuntutan saat para pelaku sudah ditahan

Editor: Agustinus Sape
THETPN-PBNEWS
KORBAN MUTILASI - Salah satu korban mutilasi di Kabupaten Mimika, Papua. Pelaku mutilasi sebanyak sembilan orang, enam di antaranya diduga prajurit TNI. Keluarga menurut pelaku dihukum mati. 

POS-KUPANG.COM - Keluarga empat warga Nduga yang menjadi korban mutilasi di Mimika Papua mengajukan dua tuntutan saat para pelaku sudah ditahan untuk menjalani proses hukum.

Tersangka pelaku kasus mutilasi di Mimika melibatkan enam anggota TNI, yang terdiri dari dua perwira TNI (Infanteri) berinisial Mayor Inf HF dan Kapten Inf DK, dan sisanya berinisial Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC dan Pratu R.

Keluarga korban antara lain menolak pelabelan korban mutilasi di Mimika sebagai simpatisan atau anggota KKB Papua.

Anggota Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara menyampaikan hal itu ketika menjelaskan temuan sementara proses pemantauan dan penyelidikan kasus pembunuhan dan mutilasi empat warga Ndu di Kabupaten Mimika Papua, yang melibatkan oknum prajurit TNI dan masyarakat sipil.

Baca juga: Dewan Adat Papua Tuntut Persidangan Pelaku Kasus Mutilasi Dilakukan di Timika 

Berikut rangkuman faktanya melansir dari Tribunnews.com dalam artikel 'Komnas HAM: Keluarga Korban Tuntut Para Pelaku Mutilasi 4 Warga di Mimika Dihukum Mati'.

1. Keluarga menuntut hukuman mati

Beka mengungkap keluarga korban kasus mutilasi di Mimika, Papua meminta para pelaku dihukum mati.

"Adanya tuntutan dari pihak keluarga tentang proses hukum dan keluarga juga menuntut hukuman mati dan proses peradilannya dilakukan di Mimika," kata Beka Ulung Hapsara saat konferensi pers di kantor Komnas HAM RI, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2022).

2. Ogah korban dicap anggota KKB Papua

Selain itu, kata dia, pihak keluarga juga menolak adanya pelabelan para korban sebagai simpatisan atau anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved