Berita Belu
KDS Minta Pendekatan Pelayanan ARV dan Hentikan Stigma HIV-AIDS dan ODHA
HIV-AIDS ODHA atau dalam istilah baru disebut Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) mengharapkan kepada pemerintah supaya memperhatikan hal prioritas
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
Selain itu, strategi lain yang dilakukan KPA adalah meningkatkan kerja sama lintas sektor mulai dari tingkat desa, kecamatan sampai Kabupaten Belu.
Pemerintah desa yang mengetahui warganya terindikasi mengidap penyakit HIV-AIDS segera melaporkan ke dinas supaya pemerintah memberikan penanganan. Begitupun dengan masyarakat yang mengetahui keluarganya atau tetangganya yang mengalami sakit mengarah ke HIV-AIDS bisa melaporkan kepada dinas.
Kerja sama seperti dibangun untuk mengatasi masalah ketidakterbukaan dari ODHA. Upaya lainnya lewat mobile VCT atau pemeriksaan darah. KPA terus membangun komunikasi dengan dinas dan stakeholder supaya kegiatan VCT dilakukan lebih optimal.
Kata Domi, sebelum Covid-19, kegiatan VCT sering dilaksanakan namun selama pandemi ada kebijakan pembatasan-pembatasan atau jaga jarak dan pemerintah konsentrasi pada penanggulangan Covid-19. Domi berharap saat situasi Covid-19 sudah mulai terkendali, pemerintah berupaya untuk penanggulangan HIV-AIDS.
Meski kegiatan VCT jarang dilakukan, tetapi sosialisasi gencar dilakukan. KPA bekerja sama dengan lembaga gereja untuk memberikan sosialisasi kepada calon pasangan suami istri saat mengikuti kursus perkawinan. KPA juga mengandeng PKK untuk mensosialisasi ke tingkat keluarga dan sekolah-sekolah untuk kalangan pelajar. (jen).
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/drs-dominikus-mali-1_20150907_102928.jpg)