Kamis, 11 Juni 2026

Berita Belu

KDS Minta Pendekatan Pelayanan ARV dan Hentikan Stigma HIV-AIDS dan ODHA

HIV-AIDS ODHA atau dalam istilah baru disebut Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) mengharapkan kepada pemerintah supaya memperhatikan hal prioritas

Tayang:
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/EDY BAU
Drs. Dominikus Mali 

Dalam kesehariannya, ia beraktivitas seperti warga lainnya. Ia mengerjakan kebun untuk menanam jagung dan sayur-sayuran guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Menurut Demi, sejauh ini pelayanan ARV lancar dan gratis. Ia mengambil obat di Rumah Sakit. Harapannya, pelayanan ARV bisa diperluas sampai ke puskesmas agar lebih dekat dengan tempat domisili para ODHA

Lanjutnya, ia bersama ODHA lain yang sudah terbuka sering mendapat pendampingan dari LSM CD Bethesda Yakkum. Banyak hal yang mereka peroleh dari kegiatan pendampingan seperti mengasah ketrampilan lewat pelatihan olah pangan lokal dan pengetahuan berwirausaha. 

Koordinator CD Bethesda Yakkum area Belu, Yosafat Ician yang dihubungi terpisah mengemukakan, CD Bethesda Yakkum berkomitmen untuk menanggulangi penyakit HIV dan AIDS di Kabupaten Belu

HIV-AIDS merupakan persoalan serius yang harus segera ditangani agar terwujudnya three zero HIV-AIDS tahun 2030 yakni, 

zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS dan zero stigma dan diskriminasi. 

Kata Yosafat, ada tiga strategi yang perlu dioptimalkan yakni, pembentukan dan penguatan Warga Peduli AIDS tingkat desa/kelurahan, pembentukan dan penguatan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dan pendekatan pelayanan ARV.

Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Malaka Capai 84 Orang, Wabup Minta Nakes Serius Tangani Penderita

Selama menjalani project di Kabupaten Belu, CD Bethesda Yakkum telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk para ODHA dan WPA, juga kegiatan lintas sektor terkait seperti pemerintah kabupaten dan desa. Bahkan sampai pada membangun kerja sama dengan negara Timor Leste. 

Menurut Yosafat, pihaknya memberikan aneka pelatihan kepada ODHA dan WPA tentang skill berwirausaha, publik speaking, penyusunan anggaran, mengolah pangan lokal. Sementara kegiatan dengan OPD terkait dalam bentuk workshop sistem layanan komprehensif berkelanjutan dan strategi meminimalkan lost to follow up ARV. 

Kemudian di aspek pencegahan, CD Bethesda Yakkum berkerja sama dengan pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Belu dan Puskesmas untuk pemeriksaan  IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan IMS (Infeksi Menular Seksual). 

Menggandeng Pemerintah Desa untuk membangun komitmen bersama dalam penanggulangan penyakit HIV dan AIDS di wilayahnya masing-masing. 

Bentuk komitmen dari pemerintah desa antara lain mengatur kebijakan, program kegiatan atau rencana aksi, anggaran dan menjalin kemitraan dengan masyarakat. 

Kata Yosafat, saat ini layanan PDP selain di rumah sakit umum Atambua juga bisa dilakukan di lima puskesmas, yakni Puskesmas Atapupu, Atambua Selatan, Weluli, Haekesak dan Wedomu serta Rumah Sakit Marianum Halilulik.

Sementara Sekretaris KPA Kabupaten Belu, Drs. Dominikus Mali yang dikonfirmasi Pos Kupang, mengatakan, KPA terus melakukan upaya dan strategi penanggulangan kasus ini lewat penyebaran informasi, pemeriksaan berkala bagi kelompok kunci dan memperkuat komunitas warga peduli AIDS atau WPA. Kemudian mitigasi atau pemberdayaan ODHA lewat pelatihan atau memberikan fasilitas usaha bagi yang mempunyai skill. 

KPA Kabupaten Belu menargetkan pembentukan warga peduli AIDS atau WPA di 20 desa selama tahun 2022 dan realisasi sudah 12 desa. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved