Pemillihan Umum 2024
Ketua Perindo TTU Mengadu ke Hary Tanoesoedibyo: Saya Terpaksa Lakukan ini Demi Kemajuan Partai
Ketua nonaktif DPD Perindo TTU Robert Widodo mengadu ke Hary Tanoesoedibjo tentang nasib partai itu di Kabupaten TTU (Timor Tengah Utara) saat ini.
"Selama ini kami berusaha untuk membesar partai ini. Karena kami tahu, partai ini didirikan untuk tujuan
yang lebih besar," ujarnya.
Akan tetapi, katanya, menghadapi dinamika kepemimpinan yang seperti itu, dirinya memilih mundur dari partai tersebut.
"Kalau seperti ini, saya memilih mundur, karena cara-cara yang dilakukan pimpinan DPW saya nilai kurang elok," ujarnya.
Saat mengundurkan diri dari Perindo, katanya, ia meminta kembali uang yang pernah disetor ke DPW Partai
Perindo NTT. Karena saat penyetoran dilakukan, DPW tidak menyebutkan atau merincikan untuk apa penggunaan
uang itu," ujarnya.
Meski ia telah mundur dari Partai Perindo, katanya, ia telah menyatakan niat untuk terus membantu para pengurus DPD Partai Perindo TTU membesarkan partai ini.
Baca juga: Peduli Covid-19 Terhadap Tenaga Medis, Partai Perindo Berikan Bantuan APD
Baginya, lanjut dia, partai Perindo punya tujuan baik harus didukung. Hanya saja pada aspek tertentu fakta yang terjadi justeru terbalik.
Ketimpangan-ketimpangan seperti inilah yang mendorongnya untuk melaporkan semua itu kepada Ketua
Umum Partai Perindo, Hery Tanoesoedibjo di Jakarta.
"Saya sudah melaporkan semua ini ke DPP Partai Perindo di Jakarta. Mudah-mudahan ini ditanggapi serius supaya partai ini tumbuh dan berkembang tanpa cacat. Partai ini harus jadi besar untuk kepentingan rakyat dan
kemajuan TTU," ujarnya.
Ketika disinggung tentang ada laporan ke kejaksaan tentang Perindo TTU, dia kembali mengatakan hal yang tak dimengerti.
"Saya heran, saya memilih mundur dari partai, lalu saya dilaporkan ke kejaksaan oleh DPW," ujarnya.

Bantah Wajibkan Caleg Setor Rp 200 Juta
Ketua DPW Partai Perindo, Jonathan Nubatonis, membantah telah meminta para calon legislatif (caleg) untuk
menyetorkan uang Rp 200 juta agar bisa menjadi caleg partai tersebut.
"Informasi yang disebarkan mantan pengurus Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) itu fitnah dan tidak mendasar.
Pernyataan sepihak tanpa melihat lebih jauh maksud dari penyampaian DPW Perindo NTT, adalah sebuah kekeliruan."
Partai tidak ada maksud apapun untuk meminta setoran ratusan juta seperti yang dikemukakan oleh Mntan ketua DPD Partai Perindo TTU, Robertus Y Widodo.
Baca juga: Partai Perindo NTT Tidak Minta Setoran ke Caleg, Ketua DPW: Itu Fitnah