Berita Kupang Hari Ini

Garis Keturunan Raja Sonbai Dihadirkan Dalam Seremonial Adat Antara Keluarga Tomboy dan Saubaki

Dalam pertemuan itu, menghadirkan Amade Sonbai yang merupakan salah satu anak cucu garis keturunan Raja Sonbai di Pulau Timor.

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
ADAT - Proses seremonial adat yang dilakukan keluarga Tomboy dan Saubaki bersama Raja Sonbai. Sabtu 6 Agustus 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Keluarga Tomboy dan Saubaki mengadakan pertemuan untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan yang sudah lama menjadi polemik dengan menggelar seremonial adat

Dalam pertemuan itu, menghadirkan Amade Sonbai yang merupakan salah satu anak cucu garis keturunan Raja Sonbai di Pulau Timor.

Perwakilan dari keluarga Liurai yakni  Jhon Gonsalves juga hadir. Ia datang dari Muahitu Lospalos Timor Leste atau sering disebut lokasi matahari naik di ujung Pulau Timor.

Seremonial adat itu berlangsung di lahan yang berlokasi depan Hotel Sasando Kota Kupang. Sabtu 6 Agustus 2022 siang.

Seremonial ditandai dengan tutur adat yang dilakukan Jhon Gonsalves diikuti petua yang disampaikan oleh Amade Sonbai.

Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan ayam kampung dan babi hutan untuk meminta persetujuan dari para leluhur kedua keluarga.

Baca juga: Keluarga Tomboy dan Saubaki Lakukan Sumpah Adat di Atas Lahan Sengketa, Ini Duduk Perkaranya

Darah dari kedua hewan yang jatuh ke tanah melambangkan cucuran darah dari para leluhur yang telah berjuang melawan penjajah. Sementara usus dan hati ayam yang memanjang dimaknai sebagai tanda alam bahwa leluhur telah merestui.

Amade Sonbai mengatakan, bahwasanya keluarga Tomboy dan Saubaki merupakan saudara jika dilihat dari silsilah kawin-mawin. Oleh sebab itu sangat disayangkan jika terjadi pertikaian terkait masalah tanah.

"Hubungan keluarga ini harus diikat kembali agar menjadi utuh, hak tanah ini milik kita semua tapi bagaimana kita menjalin rasa kekeluargaan itu yang paling penting, " ucapnya.

Simon Nesi Tomboy, salah satu perwakilan keluarga Tomboy mengatakan, kehadiran Raja Sonbai merupakan bentuk dukungan dan penguatan kepada keluarga Tomboy yang merupakan panglima terbesar di Kerajaan Kupang untuk memperjuangkan hak atas tanah seluas 283 hektare.

"Kami menghadirkan Raja Sonbai, keluarga Saubaki, dan seluruh rumpun keluarga didalamnya untuk menyaksikan walaupun Leonard Tomboy sudah tiada tetapi pewaris dan anak-anak masih ada, sehingga perjuangan mempertahankan Raja Kupang tidak hilang begitupun hak-hak mereka atas tanah ini, " jelas Simon.

Zet Saubaki, perwakilan dari keluarga Saubaki menyampaikan pihaknya hadir memenuhi undangan dari keluarga Tomboy untuk melihat kembali lokasi tanah yang masih menjadi sengketa untuk diselesaikan secara adat yang berlaku di Pulau Timor.

Baca juga: Kapolres Kupang Pimpin Langsung Pengamanan Eksekusi Lahan Sengketa di Nekamese

Pada kesempatan tersebut sekaligus menegakkan hak adat antara kedua keluarga. Karena selama ini menurutnya kedua keluarga lebih cenderung menyelesaikan permasalahan lewat jalur hukum negara, dan meniadakan hukum adat.

"Melalui prosesi adat ini kami ingin mempererat kembali tali persaudaraan sesuai dengan hukum adat kami orang Timor, " ungkapnya.

Zet menambahkan, kedepan kedua keluarga akan melakukan musyawarah untuk menindaklanjuti seremonial adat yang telah terjadi bersama seluruh rumpun keluarga terkait yang belum sempat hadir.

"Ini juga akan kami sampaikan ke pihak pemerintah baik bupati, walikota, dan gubernur, bahkan mungkin bisa kita tindak lanjut sampai ke pemerintah pusat, " jelas dia.

Hadir dalam prosesi adat itu, Sofia Tomboy ahli waris dari Leonard Tomboy bersama anggota keluarga, serta perwakilan keluarga Saubaki, dan Sonbai yang ada di Kupang.(*)

Ikuti terus berita Pos-Kupang.com di NEWS GOOGLE

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved