Berita NTT Hari Ini

Perkuat Program TJSL, PLN Gandeng ISSF Mengukur SROI Pemanfaatan FABA untuk Pembangunan Daerah

masyarakat kurang mampu di Ende telah mendorong terwujudnya semangat kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong diantara warga

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/HO-DOK
BATAKO - Batako hasil produksi Warga Desa Nanganesa 

Oleh karena itu pemanfaatan FABA untuk bedah rumah sederhana sehat layak huni bagi masyarakat kurang mampu perlu diteruskan sehingga semangat solidaritas diantara warga berkelanjutan, dan semakin banyak tersedia rumah layak huni yang dapat menjadikan kehidupan lebih layak, produktif dan kondisi sosial ekonomi masyarakat juga lebih baik, terangnya.

Program pemanfaatan FABA yang sedang dilaksanakan saat ini di Ende merupakan sebuah program yang sangat baik karena menggandeng beberapa stakeholder kunci seperti pimpinan daerah dan tokoh agama.

Hal baik yang sudah dilakukan ini perlu direplikasi oleh daerah lain karena manfaat program ini membantu pemerintah untuk mencapai target-target tujuan pembanguan berkelanjutan, tutup Iman.

Pemanfaatan FABA untuk Material Konstruksi Mendorong Sirkuler Ekonomi.

Baca juga: Siap Pimpin Transisi Energi, Dirut PLN Beberkan Jurus Capai Net Zero Emission 2060

Piet Heronimus Djata, selaku Pembina KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Anamamo Sedagadi menyampaikan terima kasih atas kepedulian PLN membantu masyarakat kurang mampu melalui bantuan material FABA untuk UMKM material konstruksi berbasis FABA sehingga tumbuhnya UMKM material konstruksi berbasis FABA telah mendukung terciptanya lapangan kerja baru sehingga beberapa warga terbantu kehidupannya, terang Piet.

Kehadiran UMKM produksi batako berbasis FABA juga hadir di pedesaan atau daerah terpencil tentunya mendukung percepatan pembangunan nasional karena material konstruksi lebih mudah diakses masyarakat di desa sehingga pembangunan lebih cepat, selain juga membantu masyarakat desa sekitar yang membutuhkan pekerjaan.

Tenaga kerja yang bergabung dalam KSM yang dibinanya saat ini sejumlah 3 orang berasal dari Desa Nanganesa lokasi kami memproduksi batako.

Dengan begitu mereka dapat membiayai pendidikan maupun membantu keluarga, sehingga semua tenaga kerja mendapatkan kehidupan yang lebih layak baik secara pribadi maupun bersama keluarga, terangnya.(*)

Berita Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved