Berita NTT Hari Ini

Perkuat Program TJSL, PLN Gandeng ISSF Mengukur SROI Pemanfaatan FABA untuk Pembangunan Daerah

masyarakat kurang mampu di Ende telah mendorong terwujudnya semangat kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong diantara warga

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/HO-DOK
BATAKO - Batako hasil produksi Warga Desa Nanganesa 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dalam rangka meningkatkan dampak implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pemanfaatan FABA (Fly Ash and Bottom Ash), PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT bekerjasama dengan Forum Keberlanjutan Sosial Indonesia (Indonesian Social Sustainability Forum/ISSF) di Flores melakukan kegiatan pengukuran dampak program dengan tools SROI.

Agustinus Jatmiko selaku General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur menyampaikan PLN telah menyalurkan dana program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) tahun 2021 sebesar Rp. 620.826.400

Dana ini  untuk kegiatan pelatihan produksi bata interlock, kanstein, paving blok berbasis FABA, pelatihan pemanfaatan bata interlock, dan pembangunan bedah rumah maupun sarana umum seperti tempat ibadah.

Baca juga: Siap Pimpin Transisi Energi, Dirut PLN Beberkan Jurus Capai Net Zero Emission 2060

“Untuk mengukur kinerja dan dampak dari program tersebut, pada bulan Juni tahun 2022 tim ISSF melakukan pengukuran dan perhitungan SROI (Social Return On Investment). Program Pemanfaatan FABA untuk bedah rumah sederhana sehat layak huni bagi masyarakat kurang mampu pembangunan sarana umum merupakan  bagian dari implementasi MoU (Memorandum of Understanding) antara PLN UPK Flores dengan Bupati Ende, Keuskupan Agung Ende, Kodim 1602 Ende, Kodim 1603 Sikka, LANAL Maumere, Polres Sikka,  dan Perumda Mawarani Sikka”, ungkap Jatmiko.

Ditambahkan Jatmiko bahwa Program Pemanfaatan FABA untuk bedah rumah sederhana sehat layak huni bagi masyarakat kurang mampu di Ende telah mendorong terwujudnya semangat kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong diantara warga dalam pelaksanaan bedah rumah.

Selain itu, pemanfaatan FABA juga telah mendorong peningkatan  sirkuler ekonomi masyarakat dari lahirnya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) material konstruksi berbasis FABA, yang menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu dalam aktivitasnya, digunakannya FABA oleh UMKM mengurangi penggunaan pasir dan semen, sehingga dapat dijual dengan harga yang relatif lebih murah dan terjangkau.

Baca juga: Dukung Event G20, PLN Bantu Laptop, Peralatan Sekolah dan Renovasi Dermaga di Pulau Messah

Kondisi demikian menyebabkan pemanfaatan FABA sebagai bahan baku produksi material konstruksi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang menggunakan produk-produk tersebut, sehingga berdampak pada meningkatnya kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.

Hal ini tentunya juga mendukung pencapaian target-target tujuan pembangunan berkelanjutan yang biasa disebut Sustainable Development Goals (SDGs), tutur Jatmiko.

Sementara itu, Nurul Iman, selaku Sekretaris Jenderal ISSF menyampaikan bahwa kehadirannya bersama tim di Ende dan Maumere bertujuan mengevaluasi program pemanfaatan FABA untuk bedah rumah sederhana sehat layak huni bagi masyarakat kurang mampu, pembangunan sarana umum, UMKM material konstruksi berbasis FABA yang merupakan bagian dari implementasi program CSV (Creating Share Value) telah dilaksanakan PLN tahun 2021.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved