Breaking News

Berita Kota Kupang Hari Ini

Guru-guru SMAN 5 Kupang Ramaikan Hardiknas 2022 Dengan Lomba Paduan Suara

Pihaknya memaknai Hardiknas tahun ini dengan visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera dan restorasi pendidikan

Penulis: Ray Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Suasana lomba paduan suara di SMAN 5 Kupang, Kamis 12 Mei 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Kupang menggelar aneka jenis perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2022.

Salah satu jenis perlombaan yang diperlombakan adalah paduan suara, dimana kelompok paduan suara ini beranggotakan para guru, sekurity, pengelola lab dan semua staf pegawai di SMAN 5 Kupang.

Kepada Pos-Kupang.Com, Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo Dheo mengatakan selama ini peserta didik yang berperan utama untuk perlombaan, tapi ditahun ini sasarannya para guru dan semua staf pegawai.

Baca juga: Pemda Lembata Berkunjung ke Istana Raja Larantuka Sebagai Wujud Lewo Kakan Arin 

"Kegiatan ini tunjukan suatu nilai kebersamaan yang ada di sekolah kami," ungkapnya

Kata Veronika bahwa dalam perlombaan ini setiap kelompok menyanyikan lagu wajib (lagu restorasi pendidikan), lagu mars SMAN 5 Kupang dan lagu-lagu pilihan (lagu daerah).

Disampaikan Veronika bahwa terdapat tujuh kelompok kerja (Pokja) yang mengikuti perlombaan paduan suara tersebut. Selain perlombaan paduan suara, ada juga pertandingan voly, pertandingan catur.

Baca juga: Danlantamal VII Kupang Hadiri Rakor dan Rakernis Potmar di Bali

Pihaknya memaknai Hardiknas tahun ini dengan visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera dan restorasi pendidikan.

"Kami akan bergerak maju dan berubah dari masa ke masa supaya sekali inovasi untuk perkembangan di dunia pendidikan," kata dia.

Menjadi tradisi di NTT, kata dia bahwa dalam perlombaan ini diwajibkan semua anggota  kelompok wajib menggunakan pakaian adat.

Baca juga: KPU NTT Lakukan Review dan Perbaikan Standar Pelayanan Publik

"Besok di Upacara peringati Hardiknas, mulai dari SMA, SMK dibawa naungan dinas P dan K Provinsi NTT wajib pakai pakaian adat," sebut Veronika.

Dia berharap dengan adanya restorasi pendidikan, bukan hanya ada perubahan di dunia pendidikan, melainkan harus ada perubahan karakter, pengetahuan dan terutama mengikuti perubahan zaman , khususnya di dunia digitalisasi yang berkembang saat ini.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved