Berita Kota Kupang Hari Ini
Komunitas Hip hop di Kupang Malam Minggu Dengan Menghibur Pengunjung di Bundaran Tirosa
pelantun lagu melakukan gerakan patah-patah seperti robot sambil menyesuaikan dengan irama musik yang dilantunkan.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sejumlah anak muda yang tergabung dalam berbagai Komunitas Hiphop di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengisi malam minggu mereka dengan menghibur warga serta pengunjung yang datang ke Bundaran Tirosa Kota Kupang, Sabtu 7 Mei 2022.
Acara yang digagas oleh Rapformasi Kupang ini turut dimeriahkan oleh berbagai komunitas hiphop
yang ada di NTT.
Diantaranya, Lembata Hiphop Comunity, Hiphop Lembata Foundation, United Of Solor, Flobamorasta Rap, Alchopeta Kupang, Hiphop Soe Clan, dan Mega Beat Box Kupang.
Mereka terlihat membawakan musik beraliran hiphop sambil bergaya dengan ciri khas mereka masing-masing.
Baca juga: Ancor Keuangan, Rusia Harus Rogoh Koceh Rp 390 Triliun per BUlan Biaya Invasi Perang ke Ukraina
Lirik lagu serta irima dan sajak disampaikan dalam tempo cepat namun teratur. Agar lebih menghibur, para pelantun lagu melakukan gerakan patah-patah seperti robot sambil menyesuaikan dengan irama musik yang dilantunkan.
Hans, ketua panitia acara yang juga anggota komunitas Rapformasi Kupang mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat Kota Kupang bahwa komunitas Hip-hop di Kota Kupang masih ada dan akan terus berkembang.
"Ini juga sekaligus menghibur dan mengisi kekosongan malam minggu, serta ingin memperkenalkan kepada masyarakat di Kota Kupang bahwa komunitas hiphop masih ada," ungkapnya.
Baca juga: Begini Permintaan Kadis Pendidikan Kabupaten Kupang Terkait Ujian Sekolah Siswa Kelas 6 SD
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kembali hiphop di Kupang yang sudah cukup memudar, serta menunjukkan kepada masyarakat bahwa komunitas hiphop di Kota Kupang tidak kalah jauh dengan komunitas lainnya yang ada di Indonesia.
Ia menuturkan, dalam menciptakan irama musik yang menyentuh bagi para penikmat musik hiphop, terdapat berbagai kendala yang di alami, salah satunya adalah kurangnya alat yang memadai dalam menciptakan lagu.
Namun, menurutnya hal tersebut bukan menjadi suatu ganjalan untuk dirinya dan seluruh teman-teman di komunitas untuk berkarya.
"Semua itu tidak mengurangi semangat kami semua untuk terus mengukir karya, " tegas dia saat diwawancarai.
Baca juga: Pria Asal Sikka Ini Ditinggal Pergi oleh Sang Ayah dan Putus Sekolah, Kini Jadi Penjual Bakso Tusuk
Sementara itu Van Axxel, salah satu rapper dari komunitas Hiphop Lembata Foundation menyampaikan bahwa ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi perkembangan musik hiphop di Kota Kupang terkhusus NTT.
Selain itu acara ini juga dapat melatih mental para rapper yang baru merintis karir untuk tampil di hadapan banyak orang.
Rapper yang pernah berduet dengan Ecko Show ini menuturkan bahwa komunitas hiphop Lembata Foundation sudah terbentuk sejak tahun 2010. Komunitas ini merupakan wadah bagi para rapper yang ada di Kabupaten Lembata untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam bermusik.