Berita Sikka

Pria Asal Sikka Ini Ditinggal Pergi oleh Sang Ayah dan Putus Sekolah, Kini Jadi Penjual Bakso Tusuk

Dikarenakan alasan ekonomi, setelah menamatkan pendidikan SLTA, Wawan memilih untuk bekerja ketimbang berkuliah. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/NOFRI FUKA
Wawan saat melayani para pembeli di  Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Sabtu 7 Mei 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - JARUM Jam menunjukan pukul 09.00 Wita. Seorang  pria berdiri disamping gerobak, tepatnya di depan Gerbang Sekolah Dasar Koting A, melayani pembeli yang adalah siswa di sekolah tersebut. 

Anak-anak sekolah nampak mengerumuni penjual bakso yang lebih dikenal dengan nama Mas Wawan. 

Pria kelahiran Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka ini adalah anak pertama dari dua bersaudara.

Ibunya adalah IRT sedangkan ayahnya telah lama meninggal dunia saat Wawan menginjak usia 3 tahun. 

Baca juga: Komandan Perang Rusia Berani Membantah Presiden Putin Perangi Ukraina Pakai Nuklir? Ini Jawabannya

Demikian kisah wawan, pria yang pemalu itu saat dijumpai TribunFlores.com, Sabtu 7 Mei 2022.

Wawan mengungkapkan, sejak ditinggal pergi oleh sang ayah, ekonomi keluarga makin hari semakin memprihatinkan.

Ditambah lagi, usianya dan adiknya yang masih menjadi beban untuk ibunya terutama mencarikan mereka makan maupun membiayai pendidikan mereka. 

Dikarenakan alasan ekonomi, setelah menamatkan pendidikan SLTA, Wawan memilih untuk bekerja ketimbang berkuliah. 

Baca juga: Daftar Nama Pemain Maung Persib Bandung Teraru Pasca 12 Pemain Hengkang,7 Pemain Asia dan Sisa Slot

"Tujuannya saya bekerja yaitu cari uang untuk bantu ekonomi keluarga dan bantu sekolahkan sang adik," ungkapnya. 

Menjadi penjual bakso, bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebab, banyak tantangan yang harus dilewati, berjemur panas, pahami kemauan pelanggan, tidak boleh gengsi, bahkan harus berani mengambil resiko. 

Cerita Wawan, awal menjadi penjual bakso tusuk, terlebih dahulu ia belajar dari orang lain atau seniornya yang berada di Kampung Beru. 

"Saya jualan satu tahun disana, di sana saya belajar bagaimana caranya membuat bakso dan menjual bakso dan kini saya buka sendiri," tuturnya. 

Baca juga: Transfer Pemain 2022: Bos Maung Bandung Tanggapi Rumor Frets Hengkang dan Rencana Aksi Demo Bobotoh

Kini Wawan sudah membuka usaha sendiri, wilayah tempatnya berjualan berada di sekitar Kecamatan Koting hingga Kecamatan Nita. 

Penghasilan sebulan, kata Wawan, sekitar Rp.1.500.000. Hasil yang ia peroleh itu untuk kebutuhan keluarga dan kebutuhan pekerjaannya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved