HUT Kartini 2022

Kartini-kartini Masa Depan dari SPEKSANYO Kupang 

Prestasi ketiga siswi SPEKSANYO ini turut menambah deretan prestasi SMP Katolik Santo Yoseph Naikoten sebagai Sekolah Penggerak. 

Editor: Rosalina Woso
Humas SMP Katolik Santo Yosep Naikoten
Tiga siswi SMP Katolik Santo Yoseph Naikoten,Arga Rivo Patricia Samosir,Kasih Maria Taseseb dan Dibina Ayudia Genevieve berhasil meraih penghargaan sebagai Pelajar Penulis Cerpen Terbaik Indonesia 2022. 

Brigita mengaku bahwa dirinya bukan tidak bersyukur namun Britney ingin mengasah dirinya agar bisa lebih baik dan lebih maju ke depannya. 

Baca juga: Jokowi Dilema, Negara Barat Ancam Lakukan Walk-Out Jika Rusia Tetap Diundang ke KTT G20 di Indonesia

Setelah mendapat kejuaraan nasional, Brigita kini sudah mendaftar lagi untuk mengikuti lomba-lomba berikutnya yang tidak kalah bergengsi dari lomba sebelumnya.

"Senang dan di sana banyak belajar tentang tarian-tarian yang ada di Indonesia seperti dari Kalimantan Timur,Jawa Barat,Jawa Timur dan Provinsi lainnya," ungkap Putri Tari Cilik Indonesia 2021

Pranza Blessa Nakmofa saat ditemui Pos Kupang di ruang Kepala Sekolah SMP Katolik Santo Yoseph Naikoten Kota Kupang.

Menjadi perwakilan provinsi NTT, dukungan mama tercinta sangat besar dalam perjuangannya Nakmofa  bahkan ikut ke Jakarta pada saat ajang perlombaan Putri Tari Cilik Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta pada 19 Desember 2021.

Dalam ajang bergengsi ini, Nakmofa pertunjukan tarian Legong yang berasal dari Alor yang menurutnya memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri.

Baca juga: Kisah Seorang Nenek Berusia  124 Tahun di Malaka Tinggal di Gubuk Reyot 

"Sudah pernah dengar waktu itu dari putri Cilik Nusa Tenggara Timur tapi untuk Putri Tari Cilik Indonesia merupakan pengalaman perdana," ungkap Nakmofa 

Menjadi Juara Putri Tari Cilik Indonesia kategori the best catwalk dirinya bangga dan senang karena bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia yang juga mengikuti ajang bergengsi ini.

Menjadi finalis yang disandingkan dengan pesaing dari daerah lain,Nakmofa mengaku kurang percaya diri karena merasa bukan bibit unggul dibandingkan teman-teman lainnya.

"Jadi pernah tidak percaya diri dengan diri sendiri, jadi merasa tidak bisa, ternyata bisa dan dapat juara," ungkapnya.

Pada saat grand final Nakmofa biasa saja menurutnya mungkin karena sudah pernah mengikuti pentas seni virtual di taman budaya dan ikut lomba di kantor DPR sehingga membuatnya terlatih sehingga bisa mengatasi rasa nervous.

Memilih mengikuti perlombaan ini,Nakmofa termotivasi oleh seniornya yang merupakan Puteri Remaja Indonesia 2020 yang penobatannya dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gadis remaja yang bercita-cita menjadi polwan ini berharap agar bisa lebih baik dari sebelumnya dan menjadi lebih santai ke depannya jika ada perlombaan lainnya.

"Jangan pernah menyerah sebelum mencoba.karena penyesalan datang di akhir,"kata remaja yang menjadikan kemandirian Kartini untuk melangkah maju.

Selain Sheila,Brigita dan Nakmofa yang mengukir prestasi masih ada tiga siswi SMP Katolik Santo Yoseph Naikoten mempersembahkan prestasi membanggakan bagi sekolah dan juga Provinsi NTT.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved