Berita Nasional
Daftar Paling Lengkap Zona Merah KKB di Papua, Daerah yang akan Segera Dimekarkan Menjadi 3 Provinsi
Sesuai rencana pemerintah pusat, wilayah Provinsi Papua akan dimekarkan lagi menjadi tiga provinsi baru. Pemekarannya sudah diusulkan Komisi II DPR RI
Seorang personel Satgas Kodim Yonif PR 328/DGH Prada Giyade Ramadhani Fattah yang bertugas di Pos TNI Titigi, terluka akibat terkena tembakan di bagian kaki.

5. Kabupaten Paniai
Untuk Kabupaten Paniai, kasus KKB terjadi di lokasi penambangan di Distrik Baya Biru.
Kasusnya terjadi pada Minggu 20 Maret 2022 sekitar pukul 05.35 WIT.
Dalam serangan itu, KKB dilaporkan melakukan tembakan dan pembakaran sejumlah bangunan.
Diketahui, Distrik Baya Biru memang merupakan salah satu kawasan penambangan emas di Paniai.
Dalam insiden penembakan tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, ada 15 rumah yang menjadi tempat camp pendulang yang dibakar KKB. Rumah itu berada di lokasi 81 dan 45. Selain itu, KKB juga membakar puskesmas dan perumahan guru.
Polisi menduga, pelaku penyerangan adalah KKB pimpinan Lewis Kogoya. Kogoya diduga menyerang bersama sembilan anggotanya dengan membawa senjata api, seperti SS1, Mauser, dan AK-47.
Lewis Kogoya diduga berafiliasi dengan KKB di Kabupaten Intan Jaya.
Baca juga: Terkenal Sadis, Inilah Sosok Egianus Kogoya, Pimpinan KKB Papua Termuda yang Jadi Target TNI Polri
6. Kabupaten Puncak
Kelompok kriminal bersenjata juga melakukan aksinya di Kabupaten Puncak.
Aksinya yang memantik kemarahan Indonesia, adalah tewasnya 8 karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) pada Senin 7 Maret 2022.
Lokasi kejadiannya di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Salah satu korban, yakni Beby Tabuni adalah putera sulung kepala suku di daerah itu.
Berikut, nama delapan korban yang tewas akibat ulah KKB, yakni Bona Simanulang, Bili Gadi Balien, Renal Tagase, Beby Tabuni, Jamaludin, Eko Satiansyah, Syahril Nurdiansyah, Ibo.
Dalam kejadian itu, hanya satu-satunya karyawan, yakni Nelson Sarira, berhasil selamat dari serangan KKB.
Nelson selamat lantaran melarikan diri saat menyaksikan KKB muncul dari balik hutan belukar.
Kala itu ia sempat meminta teman-temannya untuk segera kabur, namun KKB Papua keburu tiba di TKP dan mengeksekusi para korban.
Nelson menuturkan bahwa dalam serangan tersebut, ada sekitar 10 orang anggota KKB yang memasuki kamp mereka dan membantai delapan rekannya itu.
Di tengah-tengah usahanya melarikan diri, Nelson sempat mengirimkan kode bahaya dengan melambai-lambaikan tangan ke CCTV yang terpasang di lokasi tempat mereka bekerja. (frans krowin/tribun papua.com)