Berita Nasional

Daftar Paling Lengkap Zona Merah KKB di Papua, Daerah yang akan Segera Dimekarkan Menjadi 3 Provinsi

Sesuai rencana pemerintah pusat, wilayah Provinsi Papua akan dimekarkan lagi menjadi tiga provinsi baru. Pemekarannya sudah diusulkan Komisi II DPR RI

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
Kelompok separatis di Papua saat sedang berperang melawan TNI Polri di Papua 

Di kabupaten ini ada juga kelompok kriminal bersenjata. Baru-baru ini dibentuk pula kelompok kriminal baru.

Kelompok kriminal tersebut baru-baru ini melancarkan aksi yang menegangkan.

Mereka berhasil merampas senjata milik TNI Polri. Usai melakukan perampasan, mereka juga melakukan tindakan sangat kejam.

Mereka membakar sebuah mobil yang didalamnya ada dua warga sipil. Kedua korban pun tewas dengan kondisi sangat mengenaskan.

Bahkan ketika brimob terjun ke lokasi kejadian, KKB berusaha melakukan penghadangan.

Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua saat menghadang TNI Polri yang sedang melakukan operasi penyisiran pengamanan masyarakat di Papua.
Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua saat menghadang TNI Polri yang sedang melakukan operasi penyisiran pengamanan masyarakat di Papua. (POS-KUPANG.COM)

Dan, terjadilan aksi baku tembak di pinggir jalan antara brimob tersebut dengan KKB di Yahukimo.

Dalam insiden tersebut, tak ada korba jiwa. Namun empat brimob menderita luka-luka terkena serpihan peluru.

Diduga kuat KKB Yahukimo memiliki sniper atau punya senjata api modern. Sebab tembakannya tepat mengenai sasaran walau tidak menimbulkan korban jiwa.

Tembakan KKB Papua itu tepat mengenai helm anti peluru yang dikenakan brimob di Yahukimo.

Rekoset peluru itu mengenai satu perwira brimob, satu bintara dan satu tamtama.

Akibat insiden tersebut, ke-4 brimob tersebut terluka dan dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Gerilyawan KKB Papua Hadang Prajurit TNI di Tepi Sungai, Usai Menembak Lalu Sembunyi di Balik Lubang

2. Kabupaten Nduga

Kabupaten Nduga sesungguhnya terkenal karena kejamnya pimpinan KKB Papua, Panglima Egianus Kogoya.

Baru-baru ini Egianus Kogoya diduga menembakkan granat ke pos Marinir di wilayah tersebut.

Granat yang ditembak dengan senjata pelontar itu mengakibatkan dua marinir tewas.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved