Berita Belu Hari Ini
Bupati Belu Cek Kesehatan Anak Stunting di Desa Leosama
Kemudian orang tua juga mengaku kesulitan mendapatkan air minum bersih. Ada warga yang masih mengkonsumsi air sumur.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas
POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM mengecek kondisi kesehatan anak-anak stunting di Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Jumat 8 April 2022.
Bupati bersama wakil bupati didampingi kadis kesehatan dan pimpinan OPD lainnya mendatangi rumah warga yang memiliki anak stunting.
Kedatangan Bupati Belu untuk mengecek kondisi kesehatan anak stunting sekaligus mencari akar permasalahan yang paling utama seperti mengecek kondisi rumah, pekerjaan orang tua, pola asuh, akses layanan kesehatan dan sumber pendapatan rumah tangga.
Baca juga: SMPK Santo Pius X Lewoleba Selenggarakan Turnamen Sepak bola Usia Dini
Setiap kali bertemu anak stunting, Bupati langsung menggendong, memperhatikan fisik anak, menanyakan kepada orang tua tentang kondisi kesehatan anaknya lalu bupati memeriksa menggunakan stetoskop.
Dalam percakapan dengan Bupati, orang tua mengaku, asupan gizi bagi anak masih kurang, anak sering sakit sejak kecil, sanitasi kurang diperhatikan dan juga pola asuh, terutama anak yatim dan piatu.
Masalah ini merupakan dampak ikutan dari persoalan utama yaitu keterbatasan ekonomi. Dari tiga anak stunting yang ditemui Bupati Belu saat itu, orang tuanya berprofesi sebagai petani dengan penghasilan yang kecil setiap bulan. Rata rata pendapatan mereka kurang dari Rp 1 juta setiap bulan.
Baca juga: BI NTT Adakan Webinar dan Bedah Buku Menjelang Hari Buku Sedunia
Selain pendapatan ekonomi kecil, kondisi rumah orang tua juga cukup memprihatinkan. Rumah berlantai tanah, dinding pelepah (bebak) dan beratap seng. Bahkan ada yang belum memiliki jamban.
Kemudian orang tua juga mengaku kesulitan mendapatkan air minum bersih. Ada warga yang masih mengkonsumsi air sumur.
Persoalan-persoalan ini yang memicu pola asuh anak kurang diperhatikan sehingga lebih banyak pasrah pada keadaan.
Beberapa orang tua mengaku, untuk membeli beras saja mereka susah apalagi membeli susu, ikan dan daging untuk makan anak-anak.
Baca juga: Demo Nakes di Kota Kupang, Pengama: Pemkot Perlu Refleksi
Mendengar keluhan seperti itu, Bupati mengatakan, di bidang kesehatan, pemerintah berupaya menekan angka stunting dengan cara, menjaga kesehatan ibu hamil, bayi dan balita.
Bidan desa wajib tinggal di desa. Bidan desa wajib mengetahui jumlah dan rumah ibu hamil serta mengecek kondisi kesehatan ibu hamil. Bagi ibu hamil yang beresiko tinggi, proses persalinan harus di rumah sakit.
Bidan desa juga wajib mengecek kesehatan bayi, balita secara khusus anak-anak yang sudah tergolong stunting, gizi kurang dan gizi buruk.
Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Serangan Roket Hantam Stasiun Kereta Api Ukraina 39 Orang Tewas
Di bidang perumahan, pemerintah akan berupaya membangun rumah bagi warga yang belum memiliki rumah layak huni. Pemerintah juga akan memperhatikan sarana air bersih.