Berita Timor Tengah Utara Hari Ini
Tinggi, Tingkat Permintaan Konsumen atas Bahan Bakar Pertalite di Kefamenanu TTU
Stok pertalite dan solar itu, sampai saat ini kondisinya stabil tidak mengalami kelangkaan
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Permintaan konsumen atas bahan bakar Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 03 El Tari, Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT mencapai 11.000 hingga 13.000 liter per hari.
Demikian disampaikan Manager SPBU 03 Eltari Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi NTT, Neti Saduk saat dijumpai POS-KUPANG.COM, 5 April 2022.
Menurut Neti, sementara itu permintaan konsumen untuk bahan bakar solar di SPBU tersebut mencapai 4.000 liter per hari.
Baca juga: Pertamax Naik Harga, Jalur Khusus Pertamax di SPBU Oesapa Kota Kupang Sepi Peminat
Ia menjelaskan bahwa, pihak SPBU 03 El Tari Kefamenanu memasok bahan bakar pertalite minimal sebanyak 24 ton perhari dari Pertamina.
Lebih lanjut disampaikan Neti, secara khusus untuk bahan bakar Solar, pihaknya memasok sekitar 8.000 liter perhari untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Stok bahan bakar solar dan pertalite pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 03 di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), ujarnya, masih stabil alias tidak ada kelangkaan hingga saat ini.
Baca juga: Stok Bahan Bakar di SPBU Naesleu Kabupaten TTU Relatif Aman
"Stok pertalite dan solar itu, sampai saat ini kondisinya stabil tidak mengalami kelangkaan," tukasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa, tidak ada keluhan dari masyarakat pasca pihak Pertamina mencanangkan program "Langit Biru" yang berisi tentang keputusan meniadakan bahan bakar premium.
Neti menerangkan, Harga bahan bakar pertalite saat ini masih berkisar pada harga Rp. 7. 650 perliter dan bahan bakar solar Rp. 5.150 perliter. (*)