Berita Kota Kupang Hari Ini

Pertamax Naik Harga, Jalur Khusus Pertamax di SPBU Oesapa Kota Kupang Sepi Peminat

Menyikapi hal tersebut pihaknya juga mengurangi pasokan pertamax agar tidak terjadi kerugian yang cukup besar

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
ANTRE - Jalur Khusus Pertamax di SPBU kilometer 8 Oesapa, Kota Kupang tampak sepi. Gambar diabadikan Selasa, 5 April 2022 malam 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax 92 dari Rp 9.000/liter menjadi Rp 12.500/liter menimbulkan turunnya minat masyarakat terhadap BBM jenis Pertamax sehingga sebagian pengendara memilih beralih menggunakan Pertalite.

Adapun kenaikan harga Pertamax 92 menyebabkan penjualan produk itu di SPBU kini menjadi sepi peminat. Seperti yang terjadi di SPBU Kilometer 8 Kelurahan Oesapa, Kota Kupang.

Berdasarkan hasil pantauan POS-KUPANG.COM pada Selasa, 5 April 2022 malam, jalur pengisian khusus Pertamax tampak sepi. Sementara di jalur pengisian Pertalite tampak terjadi antrian cukup panjang.

Baca juga: Dua Birokrat di Pemprov NTT Diusulkan Jadi Penjabat Bupati Flotim dan Lembata

Livin Asar, salah satu pengendara roda dua yang ditemui saat sedang mengantri mengatakan kenaikan Pertamax sangat berpengaruh bagi masyarakat kecil.

"Beta (saya) dulunya biasa isi Pertamax karena memang bagus untuk mesin motor, tapi sekarang naik Rp 3500 jadi mau tidak mau isi pertalite biar lebih hemat, " ungkap pria asal Kabupaten Manggarai itu.

Sementara itu, Jemi Tefa Pengawas SPBU Oesapa mengatakan, stok BBM jenis Pertamax dan Pertalite di SPBU Oesapa sejauh ini masih tersedia. Namun ia juga tidak menampik bahwa penjualan produk Pertamax mengalami penurunan setelah naiknya harga.

Baca juga: Warga Sumba Barat Minta Pemerintah Tertibkan Pedagang  BBM Eceran

Menurutnya, kenaikan harga sangat mempengaruhi penjualan, di mana menyebabkan sebagian besar masyarakat memilih beralih ke produk Pertalite.

"Orang-orang biasanya kan cari yang murah. Antrean di Pertamax itu biasanya lumayan. Yang masih bertahan biasanya hanya yang sudah senang pakai Pertamax, " jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya juga mengurangi pasokan pertamax agar tidak terjadi kerugian yang cukup besar.

Baca juga: Kemensos Bentuk Lumbung Sosial di Kabupaten Kupang, Ini Tanggapan Bupati Korinus

"Memang sekarang Pertamax agak sepi karena orang semua lari ke Pertalite, sementara kalau untuk Pertalite stabil, hari ini stok Pertalite di SPBU kami 50 ton, sedangkan Pertamax hari ini stoknya 13 ton, " jelas Jemi Tefa.

Dikatakan, pasokan BBM jenis Pertalite perminggu di SPBU Oesapa akan disesuaikan dengan stok lama, begitupun dengan jenis Pertamax.

"Permintaan Pertalite seminggu itu kadang 24 ton, kalau Pertamax seminggu mungkin 8 ton, sedangkan pertalite perhari rata-rata dihabiskan 16 ton kalau pertamax 200 sampai 300 liter perhari, " kata dia.

Baca juga: Stok Bahan Bakar di SPBU Naesleu Kabupaten TTU Relatif Aman

Ditanya terkait adanya sedikit antrian, Jemi menjelaskan antrian tersebut memang terjadi bertepatan dengan jam ramai yaitu pukul 18.00 sampai 21.00 Wita.

"Ini karena memang jam ramai, dan setiap hari begini, kalau untuk stok sejauh ini tidak pernah kurang, " lanjut dia.
Pemandangan berbeda terjadi di SPBU Pulau Indah Kota Kupang. BBM jenis Pertamax tak lagi bisa didapat di SPBU ini karena sudah habis sejak pagi tadi.

"Sekarang yang ada cuman Pertalite, untuk Pertamax kosong dan rencananya besok pagi baru masuk, " ungkapnya.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved